JAKARTA, KOMPAS.com — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Salah satu agenda utama dalam RUPS tersebut adalah rencana penunjukan kembali Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer (CEO). Jika disetujui, ini akan menjadi kali kedua Irwan memimpin perusahaan sebagai CEO.
Untuk diketahui, Irwan sebelumnya menjabat sebagai CEO pada 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016. Setelah itu, posisi tersebut dilanjutkan oleh Jonatha Sofjan Hidajat (2016–2018), dan kemudian oleh David Hidayat sejak 17 Mei 2018 hingga 2026.
Dalam rencana yang akan diajukan, Irwan akan menduduki posisi Direktur Utama. Sementara itu, David Hidayat akan menjabat sebagai Direktur bersama Maria Reviani Hidayat, Darmadji Sidik, dan Budiyanto.
Adapun jajaran komisaris akan diisi oleh Jonatha Sofjan Hidajat sebagai Komisaris Utama, serta Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati W, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, dan Prof Lindawati Gani sebagai Komisaris.
Baca juga: Sido Muncul Raih Penghargaan “Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional” dari BPOM
“Sebagai yang paling senior di generasi ketiga, saya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ini untuk mempersiapkan dan menyerahkan Sido Muncul kepada generasi penerus. Kami akan membenahi perusahaan ini agar benar-benar siap dan kuat,” ujar Irwan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Kembalinya Irwan sebagai CEO menjadi bagian penting dari fase transisi kepemimpinan menuju generasi keempat keluarga Hidayat.
Irwan menegaskan, masa kepemimpinannya kali ini difokuskan untuk memastikan proses estafet berjalan mulus. Ia bersama anggota keluarga lainnya akan menyiapkan fondasi perusahaan sebelum diserahkan kepada generasi penerus.
Sebagai generasi ketiga yang telah membangun perusahaan selama puluhan tahun, Irwan menekankan bahwa transisi ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan upaya menjaga kesinambungan nilai dan budaya perusahaan.
Untuk itu, Irwan menargetkan dalam satu tahun ke depan, Sido Muncul dapat memiliki sistem tata kelola yang lebih matang, bahkan setara dengan perusahaan di negara maju seperti Singapura.
Baca juga: Bappenas Apresiasi Program Smartani sebagai Praktik Baik Mendukung SDGs
KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan, masa kepemimpinannya kali ini difokuskan untuk memastikan proses estafet berjalan mulus. Ia bersama anggota keluarga lainnya akan menyiapkan fondasi perusahaan selama satu tahun ke depan sebelum diserahkan kepada generasi penerus.
Sejalan dengan fase transisi tersebut, manajemen Sido Muncul menyiapkan lima langkah strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan ke depan.
Baca juga: Program Smartani Antar Sido Muncul Jadi Peringkat Pertama Indonesias SDGs Action Awards 2025
Pertama, mempersiapkan perseroan yang lebih baik dan transparan melalui penyusunan aturan keluarga yang lebih terstruktur dan dilembagakan secara formal.
Kedua, meningkatkan efisiensi pengadaan barang, pembelian, dan pengelolaan inventori melalui sistem digital internal bernama Sido Monitoring Real Time(SMART). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran.
Selain itu, perseroan juga akan meluncurkan aplikasi Sido Herbal Pedia pada 23 April 2026 sebagai bagian dari transformasi digital yang menyasar konsumen secara langsung.
Ketiga, memperluas pasar ekspor dengan menyesuaikan produk terhadap regulasi di negara tujuan. Keempat, meningkatkan penjualan produk, khususnya di segmen suplemen kesehatan yang menjadi andalan perusahaan.
Kelima, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham melalui kampanye “Nabung Saham”.
Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sambangi Kantor Sido Muncul, Bahas Operasi Katarak dan Pengembangan Rempah
Irwan menjelaskan, kampanye tersebut bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap saham, dari yang selama ini dianggap berisiko menjadi bentuk tabungan jangka panjang.
“Kami ingin masyarakat melihat saham sebagai tabungan. Kalau logikanya benar, hasilnya akan mengikuti,” ujar Irwan.
Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia Budiman Satrio Sudono menyambut positif gagasan tersebut dan mengajak berbagai pihak untuk turut mendukung gerakan “Nabung Saham”.
Menurut dia, ide tersebut penting untuk mendorong masyarakat mulai berinvestasi secara konsisten sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.
Adapun pendekatan “nabung saham” dinilai dapat mendorong masyarakat lebih sabar dalam berinvestasi dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi pasar.
“Gagasan ini sangat baik dan perlu kita dukung bersama. Dengan kebiasaan menabung saham, pasar modal kita bisa menjadi lebih sehat dan kuat ke depan,” kata Budiman.
Baca juga: Irwan Hidayat: Jawa Tengah, Tempat Terbaik untuk Investasi di Indonesia
Irwan melanjutkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Sido Muncul juga fokus pada efisiensi operasional, salah satunya melalui penyesuaian tingkat persediaan (inventory adjustment).
Jika sebelumnya stok berada di kisaran 2–3 bulan, kini ditargetkan menjadi 21 hari. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan modal dan menjaga kesehatan arus kas perusahaan.
“Efisiensi ini juga dilakukan untuk memastikan distribusi produk tetap sehat dan tidak terjadi penumpukan stok di pasar,” kata Irwan.
Selain itu, perusahaan juga senantiasa menjaga daya saing melalui pendekatan berbasis ilmiah dan penguatan riset, sehingga kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menambahkan, seluruh langkah perusahaan merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai perusahaan.
Baca juga: Anak Lolos Seleksi TNI AL, Petugas Keamanan Sido Muncul Ini Lari 149 Km
“Dari penjelasan yang disampaikan Pak Irwan, kami ingin publik mengetahui bagaimana kinerja, cara kerja, serta nilai-nilai yang kami pegang sejak awal berdiri hingga ke depan. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Ria.