Adopsi AI, HP Bakal PHK hingga 6.000 Karyawan

NEW YORK, KOMPAS.com – Perusahaan teknologi HP Inc mengumumkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) antara 4.000 dan 6.000 pekerja di seluruh dunia pada tahun fiskal 2028.

Ini merupakan bagian dari rencana untuk merampingkan operasi dan mengadopsi kecerdasan buatan (AI), guna mempercepat pengembangan produk, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan produktivitas.

Dikutip dari CNN, Rabu (27/11/2025), CEO HP Enrique Lores dalam konferensi pers menyatakan, tim HP yang berfokus pada pengembangan produk, operasi internal, dan dukungan pelanggan akan terdampak PHK.

Baca juga: Apple PHK Massal, Tim Sales Dipangkas

Ilustrasi PHK. .Unsplash Ilustrasi PHK. .

“Kami memperkirakan inisiatif ini akan menghasilkan penghematan bruto sebesar 1 miliar dollar AS selama tiga tahun,” ujar Lores.

HP juga memberhentikan 1.000 hingga 2.000 karyawan pada Februari 2025, sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang telah diumumkan sebelumnya.

Permintaan PC berkemampuan AI terus meningkat secara eksternal, mencapai lebih dari 30 persen pengiriman HP pada kuartal IV yang berakhir pada 31 Oktober 2025.

Menurut analis di Morgan Stanley, lonjakan harga chip memori global yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari pusat data dapat mendorong kenaikan biaya dan menekan laba produsen elektronik konsumen seperti HP, Dell, dan Acer.

Baca juga: 6 Tren Dunia Kerja 2026 Versi Glassdoor: PHK Belum Usai?

Dorongan perusahaan-perusahaan raksasa teknologi untuk membangun infrastruktur AI telah memicu kenaikan harga untuk memori akses acak dinamis dan NAND, dua jenis chip memori yang umum digunakan, di tengah persaingan yang ketat di pasar server.

Lores mengatakan, HP memperkirakan akan merasakan dampaknya pada paruh kedua tahun fiskal 2026, dengan kenaikan harga yang lebih tinggi.

Read More

Baca Juga