Polda Lampung Launching Aplikasi Web Sistem Informasi Data Tahanan Dan Barang Bukti (SITAHTI),

BANDAR LAMPUNG( lintasmedia. News) : –Polda Lampung melaunching aplikasi website Sistem Informasi Data Tahanan dan Barang Bukti (SITAHTi), yang merupakan sistem aplikasi berbasis digital yang pertama kali diterapkan di Indonesia.
Di tengah pandemi Covid-19, SITAHTI menjadi solusi bagi satker dan seluruh jajaran Kepolisian Polda Lampung untuk melakukan pendataan tahanan dan barang bukti secara efisien dan terintegrasi.
Dir. Tahti Polda Lampung, AKBP Ahmad Sukiyanto, SH, MM mengatakan, sebelumnya dalam melakukan pendataan tahti dilakukan secara manual, secara tertulis, dan kendalanya data yang masuk sering terlambat, apalagi dalam masa pandemi.
Harapannya, SITAHTI ini bisa terintegrasi dengan stakeholder terkait yaitu Ditkrimsus, Ditkrimum, Ditnarkoba, Ditlantas, Ditpolair, dan SPKD berikut dengan Staf dan Jajaran Polda Lampung.
“Kita berharap dengan adanya SITAHTI, bisa mudah dan cepat diakses, dan adanya keseragaman pelaporan dari satker, pihak polres dan jajarannya,” ujar Dir. Tahti Polda Lampung, AKBP Ahmad Sukiyanto, SH, MM, saat diwawancara usai acara, Senin (18/10/2021), di Ballroom Hotel Bukit Randu.
Kemudian, untuk jangka panjang, dalam satu tahun ke depan, Polda Lampung melalui Dit. Tahti mengupayakan agar aplikasi SITAHTI ini juga bisa terintegrasi dengan Kejaksaan, Lembaga Pemasyarakatan, dan Rupbasan kelas II Bandar Lampung. Termasuk juga data dan informasi tahanan seperti jenis kelamin, umur, tempat tinggal, dan sebagainya.
“Data ini hanya untuk internal kita (Polda Lampung, red), termasuk data pencarian orang nantinya juga bisa diakses dari situ. Tidak bisa diakses umum,” kata Dir. Tahti.
Masih di tempat yang sama, Donal Amrullah, S.Kom selaku penyedia jasa software web SITAHTI Polda Lampung, mengatakan dengan adanya aplikasi SITAHTI dapat memberikan kemudahan dalam melakukan kontrol pada tahanan dan barang bukti di Polsek, Polres dan Polda.
“Aplikasi ini baru ada di Polda Lampung, untuk informasi tahanan ini tidak kita publish tapi untuk aplikasi DPO nantinya akan ada aplikasi pengembangannya dan bisa dipublish dan diketahui masyarakat,” ungkap Donal.
Kelebihannya, lanjut dia, aplikasi ini lebih efektif dan efisien, bisa digunakan dan menginput data melalui handphone, serta mobile.
“Dalam kondisi pandemi penggunaan aplikasi ini, sangat efektif dan efisien, mengurangi interaksi namun pelaporan dari seluruh satker dan jajaran Polda Lampung tetap bisa berjalan maksimal dan terintegrasi,” pungkas pria yang juga dipercaya mengelola sistem IT Polda Lampung ini. Sg/Rudhy.
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
