Prof Lusmeilia Afriani Menjadi Satu-Satunya Perempuan Dari Tiga Calon Rektor Universitas Lampung.

BANDAR LAMPUNG (Lintasmedia.news) : – Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A.IPM menjadi satu-satunya perempuan dari tiga calon Rektor Universitas Lampung.
Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, wanita kelahiran, 10 Mei 1965, anak dari pasangan Razioen dan Dra. Lensiyana.
Ia merupakan anak tertua dari enam bersaudara. Prof. Lusmeilia Afriani menikah dengan Ir. Yan Juansyah, D.E.A yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung.
Pasangan ini memiliki dua anak. Pertama, dr. Zaraz Obella Nuradliyani, S.Ked (sedang melanjutkan pendidikan Magister Keselamatan Kerja pada FK Universitas Indonesia) dan Zaraz Elodya Ramadania (mahasiswi FK Universitas Lampung).
Pada 1993, Prof. Lusmeilia Afriani dipercaya menjadi seorang dosen PNS yang ditugaskan di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung.
Prof. Lusmeilia Afriani optimistis maju sebagai calon rektor Universitas Lampung periode 2023-2027 karena dilatarbelakangi berbagai masalah yang harus diselesaikan. Akademik maupun non akademik.
Untuk masalah akademik, proses transformasi menjadi PTN-BH untuk mencapai World Class University (WCU) perlu mendapatkan perhatian yang serius
Kemudian baru baru 44 persen prodi yang terakreditasi A atau unggul dan delapan prodi terakreditasi internasional.
Selanjutnya, jumlah mahasiswa asing masih terbatas, masa mukim mahasiswa tepat waktu masih rendah dan tingkat putus studi relatif tinggi (4,42 persen)
Masalah lain, publikasi dan sitasi per dosen masih relatif rendah, hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian masih rendah serta partisipasi mahasiswa dalam MBKM perlu ditingkatkan.
Untuk persoalan non akademik, PNBP masih didominasi dari pendapatan mahasiswa (UKT), aset-aset potensial belum termanfaatkan untuk peningkatan pendapatan serta rencana kegiatan dan anggaran masih belum optimal dalam operasionalnya.
Lalu, kesiapan dan pemanfaatan (utilisasi) infrastruktur laboratorium masih sangat rendah, banyak dosen dan tendik akan purnabakti serta tuntutan peningkatan kesejahteraan dosen dan tendik untuk lebih baik.
Masalah lain yang harus diatasi, revitalisasi infrastruktur perpustakaan berbasis digital dan unit usaha komersial belum berjalan optimal. Red
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
