Tuesday, 3 November 2026

Terkini
Nasional

Tiga Rekornas Diukir di Hari Pertama Kejuaraan Renang IOAC 2026

Di hari pertama Indonesia Open Aquatic Championship 2026, tiga perenang muda berhasil mencetak rekor nasional di nomor 50 meter gaya kupu-kupu.

Sumber foto: Kompas.id

JAKARTA, KOMPAS — Hari pertama penyelenggaraan Kejuaraan Renang Indonesia Open Aquatic (IOAC) 2026 pada Selasa (3/11/2026), langsung menyuguhkan kejutan manis. Sebanyak tiga rekor nasional dipecahkan sekaligus oleh para perenang remaja dari KU1 (16–18 tahun) dan KU3 (12–13 tahun).

Gelaran yang diselenggarakan di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, ini berlangsung mulai 3 hingga 12 November 2026. Edisi kesembilan kejuaraan ini mempertandingkan empat cabang olahraga utama, yaitu renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik.

Sebanyak 685 atlet yang mewakili 161 klub dari berbagai provinsi di Indonesia telah terdaftar resmi untuk turun bertanding memperebutkan podium tertinggi di kolam standar internasional tersebut.

Sorotan utama pada hari pertama tertuju pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu yang menjadi saksi pecahnya tiga rekor nasional. Salah satu rekornas dicatatkan perenang muda berbakat dari klub Jaquatic Swimming Jakarta, Samuel Maxson Septionus (18).

Turun di kategori Kelompok Umur 1 (KU1) putra, Maxson berhasil mencatatkan waktu impresif 24,65 detik. Catatan waktu ini sekaligus mempertajam rekor nasional miliknya sendiri yaitu 24,74 detik yang sebelumnya ia torehkan di Jakarta pada tahun 2025 lalu.

Prestasi Maxson terasa semakin luar biasa mengingat ia baru saja merampungkan rangkaian pertandingan internasional di luar negeri. Sehari sebelumnya, perenang andalan ini baru saja memecahkan rekor nasional Short Course (SCM) untuk nomor 50 meter gaya bebas putra di ajang 12th Singapore National Swimming Championships 2026.

Kendati dihadapkan pada jadwal perjalanan yang melelahkan dan waktu istirahat yang sangat minim, Maxson mampu membuktikan mental juaranya di GBK.

"Pastinya tidak menyangka dan tidak terbayang sebelumnya karena saya pikir badan akan sangat kelelahan akibat perjalanan dari Singapura," ungkap Maxson saat ditemui seusai perlombaan, Selasa (3/11/2026).

Ajang IOAC tahun ini menjadi kejuaraan nasional terakhirnya di kelompok umur KU1 sehingga ia mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi meninggalkan jejak prestasi yang manis.

Di balik torehan rekornya, Maxson menuturkan bahwa adaptasi dari Singapura ke lintasan GBK membutuhkan penyesuaian fisik. Bertanding di lintasan short course Singapura menuntut banyak teknik flip turn dan gerakan underwater.

Sementara lintasan long course di GBK membuatnya menghabiskan lebih banyak waktu di atas permukaan air. Hal tersebut memberikan perbedaan yang sangat signifikan dari segi tempo serta jumlah kayuhan. Ia pun sempat merasa agak kewalahan di 50 meter terakhir akibat jeda istirahat yang sangat terbatas.

Untuk menyiasati stamina yang terkuras, Maxson memanfaatkan waktu yang singkat setelah tiba dari Singapura dengan beristirahat total demi menjaga kondisi fisiknya tetap baik.

Usai perhelatan IOAC 2026, agenda padat sudah menanti Maxson di kancah internasional. Ia dijadwalkan tampil pada ajang World Aquatics Swimming Championships 2026 di Beijing bulan Desember 2026 mendatang. Ia akan turun di nomor 50 meter gaya bebas putra.

”Targetnya mau memecahkan rekor pribadi dulu dan melakukan yang terbaik. Kalau untuk bisa lolos ke babak final, akan saya usahakan,” ujarnya.

Selain Maxson, pemecahan rekor nasional juga dibukukan Suarez Lathif Anugerah (13) dari klub Lumba-Lumba Swimming Centre Jakarta. Tampil di kategori KU3 putra untuk nomor 50 meter gaya kupu-kupu, Suarez sukses mencetak waktu 26,75 detik. Catatan tersebut berhasil melampaui rekor miliknya sendiri yang sebelumnya berada di angka 26,92 detik saat berlaga di Semarang pada tahun 2026 ini.

Tak hanya atlet asal Jakarta, kontingen asal Surabaya juga berhasil menorehkan prestasi. Di sektor putri, perenang muda dari Hiu Swimming Club Surabaya, Chelsea Alexandra (18), turut mengukir namanya di papan rekor nasional.

Turun di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri KU1, Chelsea mencatatkan rekor waktu 27,75 detik. Ia sukses memecahkan rekor lamanya sendiri yaitu 27,95 detik yang didapatkan di Jakarta pada tahun 2026. Angka ini hanya selisih 0,35 detik dari Bilqish Wijiningtyas Nurma (16) yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 28,10 detik.

Di balik keberhasilannya mempertajam rekor, Chelsea menuturkan bahwa dirinya menggembleng fisik dengan menjalani sesi latihan sebanyak sembilan kali dalam seminggu jelang IOAC 2026 dengan porsi latihan khusus yang difokuskan pada spesialisasi nomor sprint.

Meski mencetak rekor nasional KU1, perenang muda asal Surabaya ini mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil akhir yang diraihnya di GBK.

"Sebenarnya target saya pecah rekornas, bukan hanya rekornas KU saja. Jadi, sebenarnya kurang puas karena hasil waktunya tidak maju dari personal best saya," ujar Chelsea.

Menatap agenda kompetisi di depan mata, Chelsea langsung membidik target baru untuk menembus batas kemampuan terbaiknya. Dalam waktu dekat, ia bertekad untuk bisa memecahkan rekor nasional sekaligus mengamankan batas kualifikasi Limit A untuk ajang SEA Age Group Swimming Championships. Untuk mengejar target tersebut, ia akan tetap mempertahankan ritme serta intensitas latihan seperti yang telah dijalankannya saat ini.

Wakil Ketua Umum 1 PB Akuatik Wisnu Wardhana mengungkapkan rasa optimismenya terhadap penyelenggaraan IOAC 2026. Ia berharap ajang perlombaan ini dapat menjadi sarana perluasan talent pool PB Akuatik.

“Kami tentunya berharap, di ajang IOAC 2026 ini, kita akan melihat peningkatan prestasi dari atlet-atlet kita. Kami berharap mereka dapat mencatatkan waktu terbaik mereka sehingga bisa kita jadikan acuan untuk tim pelatnas SEA Games dan pelatnas yunior,” ujar Wisnu kepada awak media.

Wisnu mengakui, sejumlah perenang tak dapat mengikuti ajang kali ini karena berbarengan dengan ajang Porprov di sejumlah provinsi.

“Ajang IOAC setiap tahunnya menjadi ajang yang dinatikan oleh para perenang. Untuk tahun ini memang sejumlah perenang tak dapat mengikuti ajang ini karena adanya Porprov. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan semangat para perenang di IOAC kali ini,” ucap Wisnu.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, PB Akuatik cukup puas dengan performa para perenang Indonesia di 2026 ini, termasuk ketika Asian Games 2026 Aichi-Nagoya lalu. Dia berharap ajang IOAC kali ini dapat membantu para perenang nasional untuk menyambut rangkaian lomba yang akan diikuti di 2027 mendatang, salah satunya, SEA Games 2027 di Malaysia.

“Dari Asian Games lalu, kami melihat para perenang kita mampu tampil dengan baik, bahkan beberapa diantara mereka mampu memecahkan rekor nasional. Kami tentunya berharap para perenang di 2027 nanti akan tampil lebih baik, terutama di ajang SEA Games dimana negara-negara tetangga kita tentu akan mempersiapkan para perenang terbaik mereka,” tutur Wisnu kemudian.

Dengan sisa hari pertandingan yang masih panjang, rangkaian perlombaan renang di Stadion Akuatik GBK diprediksi akan terus memunculkan persaingan ketat serta kejutan-kejutan baru dari para talenta terbaik nusantara.

Sumber: Kompas.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *