JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.

Kemampuan pemain sepak bola dalam membaca pergerakan lawan, menemukan ruang kosong, dan menentukan keputusan saat pertandingan turut ditentukan oleh kualitas penglihatan. Pentingnya fungsi visual tersebut menjadi perhatian JEC Eye Hospitals and Clinics melalui seminar bertajuk Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa Sang Garuda, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Kegiatan yang diselenggarakan belum lama ini mempertemukan pelatih, pesepakbola, pengelola sekolah sepak bola (SSB), serta pegiat olahraga dengan praktisi kesehatan.
Seminar tersebut juga dapat diikuti masyarakat melalui siaran daring. Forum ini menghadirkan dokter spesialis mata sekaligus Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics Tjahjono D. Gondhowiarjo, pelatih Indra Sjafri, serta dokter sekaligus analis sepak bola Tommy Desky.
Dalam sepak bola, mata menjadi salah satu sumber informasi utama bagi pemain. Informasi mengenai posisi bola, kondisi lapangan, pergerakan lawan, hingga perubahan cuaca diterima melalui penglihatan sebelum diproses oleh otak menjadi respons gerakan.
Apabila terdapat gangguan pada fungsi mata, kemampuan pemain dalam menangkap informasi visual berpotensi mengalami penurunan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketepatan respons ketika menghadapi situasi pertandingan yang berubah dengan cepat. Tjahjono D. Gondhowiarjo menjelaskan bahwa gangguan penglihatan dapat memengaruhi kemampuan pemain dalam mengenali objek bergerak maupun kondisi lingkungan pertandingan.
“Fakta menunjukkan, kalau kondisi mata pemain ada kelainan, maka kemampuan menangkap kejernihan fokus dan kejelasan dari bola yang bergerak atau kondisi lapangan serta perubahan cuaca juga akan mudah menurun,” ujar Tjahjono D. Gondhowiarjo, dikutip Selasa (3/11/2026). Melalui kegiatan tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics mendorong perhatian terhadap kesehatan mata agar tidak hanya dilakukan ketika pemain sudah memasuki jenjang profesional. Pemeriksaan dan deteksi dini dinilai perlu menjadi bagian dari proses pembinaan sejak usia muda.
Tjahjono, yang mewakili JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai penyedia layanan perawatan mata, menekankan pentingnya mengenali gangguan penglihatan lebih awal. Pemeriksaan yang sesuai diperlukan agar kebutuhan setiap pemain dapat diketahui sejak tahap pembinaan sampai tingkat profesional.
Salah satu materi yang dibahas dalam seminar adalah crossed laterality atau dominansi silang. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika mata yang lebih dominan berada pada sisi berbeda dengan tangan dan atau kaki yang lebih dominan.
Sebagai contoh, pemain dapat memiliki mata kiri sebagai sisi dominan, tetapi menggunakan kaki kanan sebagai tumpuan dominan. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari profil individu yang perlu dikenali dalam memahami koordinasi visual dan gerakan. Pemetaan dominansi mata, tangan, dan kaki dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik koordinasi setiap pemain.
Informasi tersebut menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam kaitannya dengan pengembangan kemampuan sepak bola. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Physiology pada 2018 turut menjadi bahan pembahasan. Studi tersebut melibatkan 72 pemain elite dari Stade Rennais di Prancis dan sembilan pemain amatir.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa crossed laterality ditemukan pada 53% pemain elite, sedangkan pada kelompok amatir angkanya mencapai 33%. Data tersebut menggambarkan perbedaan temuan dominansi silang di antara kedua kelompok yang diteliti.
Penelitian itu juga mencatat adanya hubungan antara arah datangnya rangsangan visual dengan respons pemain. Sementara itu, gerakan berputar berkaitan dengan dominansi kaki. Temuan tersebut menjadi konteks untuk memahami karakteristik dominansi setiap pemain, termasuk sisi yang lebih kuat dan bagian yang masih membutuhkan pengembangan melalui latihan.
“Memahami crossed laterality membantu kita mengenali hubungan antara dominansi mata dan koordinasi gerak setiap pemain,” kata Tjahjono D. Gondhowiarjo.
Selain kesehatan mata dan dominansi silang, kemampuan mengumpulkan informasi sebelum menerima bola juga menjadi perhatian dalam seminar. Tommy Desky menjelaskan bahwa pemain perlu mengetahui situasi di sekitarnya sebelum menentukan tindakan. Informasi yang perlu diperhatikan mencakup posisi rekan satu tim, arah pergerakan pemain lawan, serta ruang kosong yang berpotensi dimanfaatkan.
Seluruh informasi tersebut membantu pemain menentukan respons ketika bola berada dalam jangkauannya. Kualitas penglihatan yang baik mendukung proses pengamatan tersebut. Informasi visual yang diterima kemudian diolah sehingga pemain dapat mengambil keputusan berdasarkan situasi permainan.
Indra Sjafri turut menyoroti hubungan antara kemampuan melihat situasi pertandingan dan ketepatan pemain dalam menjalankan instruksi. Menurut dia, penglihatan menjadi salah satu dasar bagi pemain untuk memberikan respons yang sesuai.
“Karena itu, pembinaan di SSB dan klub perlu membangun kebiasaan membaca permainan sejak dini. Perhatian ini perlu berjalan bersama pengembangan kemampuan teknik, fisik, dan mental pemain,” ungkap Indra Sjafri. Melalui scanning, pemain dapat mengamati kondisi lapangan sebelum bola diterima.
Kebiasaan tersebut membantu mereka mengenali posisi rekan, membaca pergerakan lawan, dan menerapkan strategi yang telah disiapkan pelatih. Pembahasan dalam seminar JEC Eye Hospitals and Clinics menempatkan kesehatan mata sebagai salah satu bagian penting dalam pembinaan sepak bola. Pemeriksaan penglihatan, pemahaman dominansi silang, serta kebiasaan membaca permainan menjadi aspek yang disoroti dalam pengembangan kemampuan pemain sejak usia dini.
Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
Mapala Laksamana Polbeng Gelar Seminar Nasional Mangrove, Dorong Aksi Nyata Pelestarian Ekosistem Pesisir
BENGKALIS – Wakil Direktur I Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Ir. Romadhoni, secara resmi membuka Seminar Nasional Penanaman Mangrove yang ditaja oleh Mahasiswa Pecinta Alam...
