Der Klassiker Bayern Vs Dortmund: Kompany Dilarang Bicara Sepak Bola
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, masih menjalani pemulihan setelah pingsan dan dirawat di rumah sakit pekan lalu.

"Kami tidak berbicara dengannya tentang sepak bola. Kami telah diberi instruksi yang jelas mengenai hal itu," ujar Danks pada Jumat (30/10/2026), dikutip dari ESPN.
"Dia perlu pulih dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. Kami tidak melibatkannya agar dia bisa sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya saat dia kembali," lanjutnya.
Sebelumnya, anggota dewan Bayern di bidang olahraga, Max Eberl, mengungkapkan kepada stasiun televisi Jerman ARD bahwa Kompany dirawat akibat iritasi meningeal, yakni peradangan pada jaringan di sekitar otak atau sumsum tulang belakang.
Sebelum mengalami pingsan, Kompany juga sempat berjuang melawan infeksi virus dan cedera pinggul.
Danks sendiri memimpin Bayern saat menang telak 6-1 atas Magdeburg dalam pertandingan Piala Jerman, pada Kamis (29/10/2026).
Menjelang Der Klassiker, Danks turut menyoroti kekuatan pertahanan Borussia Dortmund. Menurut dia, lawan Bayern tersebut memiliki organisasi pertahanan yang solid dan jarang kebobolan.
"Mereka sangat bagus dalam bertahan. Mereka jarang kebobolan. Kami sering bermain melawan lawan yang bermain seperti itu, seperti saat melawan Arsenal. Mereka juga belum pernah kebobolan di Liga Champions sebelum datang ke sini," kata Danks saat konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari situs resmi klub Bayern Muenchen.
Meski demikian, Danks mengingatkan Bayern untuk tidak hanya mewaspadai pertahanan Dortmund. Ia juga menilai tim lawan memiliki sejumlah pemain depan berkualitas.
"Tapi Dortmund juga memiliki penyerang yang bagus. Saya mengenal beberapa dari mereka dari masa saya di Inggris. Kami harus siap untuk setiap fase permainan dan tampil sebaik mungkin," tuturnya.
Hingga pekan ketujuh, Die Roten belum terkalahkan dengan meraih lima kemenangan dan dua hasil imbang. Mereka mengoleksi 17 poin, mencetak 25 gol, dan baru kebobolan enam kali.
Bayern menempati posisi pertama klasemen sementara, unggul selisih gol atas Borussia Dortmund yang juga mengumpulkan 17 poin.
Catatan kandang Bayern juga terbilang kuat setelah meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan dengan torehan 18 gol dan hanya dua kali kebobolan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Pakar Soal Gibran Usai Putusan MA: Mundur atau Dimakzulkan
Pakar Soal Gibran Usai Putusan MA: Mundur atau Dimakzulkan
Wabup Tubaba Sampaikan Harapan untuk Wakil Bupati Way Kanan
Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Nadirsyah, menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Wakil Bupati Way Kanan untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Balai...
3 Santriwati Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Raih Juara 2 Santrivision 2026 Tingkat Nasional
JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Bengkalis di tingkat nasional. Tiga santriwati Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi
Runner Up Duta QRIS PeKA 2026 Sosialisasikan Penggunaan QRIS dan Literasi Digital
Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan digital dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan transaksi, Runner Up Duta QRIS PeKA 2026, Angga Labesa dan Yolanda Sabrina Putri,...
