Friday, 30 October 2026

Terkini
Nasional

Api Meluas di Taman Nasional Berbak Sembilang

Malutpost.id - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional (TN) Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi,

Sumber foto: Malutpost

Malutpost.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional (TN) Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kian mengkhawatirkan. Hingga Sabtu (24/10/2026), kobaran api di lahan gambut tersebut dilaporkan terus meluas dan sulit dikendalikan, mengancam ekosistem penting di wilayah tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan, tengah berjibaku di lapangan. Fokus pemadaman saat ini terpusat di dua titik administratif utama, yakni Desa Labuhan Pering dan Desa Sungai Cemara yang terletak di Kecamatan Sadu.

Pandi Punaya, Danru 2 Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, mengonfirmasi bahwa timnya masih terus berupaya memadamkan api di Desa Sungai Cemara. Menurutnya, api yang membakar desa tersebut merupakan rambatan dari kebakaran yang sebelumnya sudah terjadi di Desa Labuhan Pering. Kondisi alam yang ekstrem membuat upaya pemadaman menjadi tantangan berat bagi para petugas.

"Kendala utama kami di lapangan adalah sulitnya mencari sumber air. Saat ini kami hanya bisa bergantung pada embung-embung air yang disediakan oleh pihak perusahaan," ungkap Pandi saat memberikan keterangan. Selain masalah air, faktor cuaca berupa angin kencang juga menjadi musuh utama. Angin yang bertiup sangat kuat membuat lidah api merambat dengan sangat cepat ke area yang lebih luas.

Tak hanya soal air, medan yang sulit juga memaksa petugas bekerja ekstra keras. Lokasi titik api berada di lahan gambut yang aksesnya sangat terbatas. Petugas tidak bisa menggunakan kendaraan berat atau mobil pemadam besar. Mereka hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau bahkan harus berjalan kaki menembus hutan.

"Akses jalan di sini hanya berupa lahan gambut. Kami harus melansir alat-alat pemadam satu per satu dengan berjalan kaki menuju lokasi titik api," tambah Pandi.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Labuhan Pering. Ebit Saputra, Danru 3 Manggala Agni Daops Bukit, menyatakan bahwa api di lokasi tersebut masih sangat aktif dan memiliki potensi besar untuk terus meluas. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, tim gabungan yang melibatkan BPBD Tanjung Jabung Timur, TNI, dan warga setempat tengah melakukan upaya penyekatan api.

"Situasi api masih aktif. Tim kami bersama BPBD, TNI, dan masyarakat sedang berupaya melakukan penyekatan agar api tidak menjalar lebih jauh," jelas Ebit. Ia juga menekkan bahwa minimnya sumber air dan sulitnya akses jalan menjadi hambatan yang sama di lokasi Labuhan Pering.

Berdasarkan data rekapitulasi terbaru dari Satgas Karhutla Jambi per Jumat (23/10/2026), total luas lahan yang hangus terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai angka yang sangat masif, yakni 4.954,90 hektare.

Secara rincian, Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah dengan lahan terbakar terluas mencapai 1.470 hektare, disusul Sarolangun dengan 958 hektare. Wilayah lain yang terdampak cukup signifikan antara lain Tanjung Jabung Barat (674 hektare), Tanjung Jabung Timur (659 hektare), Muaro Jambi (635 hektare), Tebo (403 hektare), Bungo (86 hektare), Merangin (56 hektare), dan Kota Jambi (10 hektare). Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat di Jambi guna mencegah dampak lingkungan yang lebih destruktif.

Sumber: Malutpost. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *