Lomba Bahasa Lampung Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda
Lomba pidato bahasa Lampung dan menulis cerpen menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa serta mengenal budaya daerah. Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengapresiasi antusiasme peserta...

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Lomba pidato bahasa Lampung dan menulis cerpen menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa serta mengenal budaya daerah. Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengapresiasi antusiasme peserta yang menunjukkan semangat dalam menjaga bahasa dan budaya Lampung.
Apresiasi tersebut disampaikan saat penyerahan hadiah Lomba Pidato Bahasa Lampung tingkat SMP/MTs dan Lomba Menulis Cerpen tingkat SMA/SMK/MA di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Jumat 23 Oktober 2026. Menurut Purnama, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada pelajar untuk mengasah kemampuan berbicara, menulis, dan menyampaikan pesan positif melalui karya.
Ia mengaku bangga melihat keberanian peserta berpidato dengan lancar, termasuk mereka yang tampil tanpa menggunakan teks. Pesan mengenai pentingnya menjaga adat dan budaya yang disampaikan para peserta juga menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap identitas daerah.
“Ini luar biasa. Anak-anak kita masih di tingkat SMP sudah berani tampil dan menyampaikan pesan tentang pelestarian budaya. Selamat kepada para pemenang,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza.
Menurutnya, keberhasilan dalam lomba tidak semata-mata ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga keberanian untuk tampil dan menghasilkan karya. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk mengembangkan rasa percaya diri serta kemampuan berkomunikasi.
Purnama berharap sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat di bidang bahasa dan seni budaya Lampung. Kegiatan seperti pidato, drama, menyanyikan lagu daerah, dan menulis cerita dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, pelestarian bahasa Lampung diharapkan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar bahasa daerah tetap digunakan serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
