Pameran Kayu Ara Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah Lampung
Pameran Kayu Ara: Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung dihadirkan untuk mengajak masyarakat mengenal sejarah dan kekayaan budaya daerah. Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengajak generasi muda memanfaatkan...

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Pameran Kayu Ara: Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung dihadirkan untuk mengajak masyarakat mengenal sejarah dan kekayaan budaya daerah. Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengajak generasi muda memanfaatkan pameran tersebut sebagai ruang belajar dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas Lampung.
Pameran karya Anshori Djausal tersebut dibuka di Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung pada Jumat 23 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 2 November 2026. Sebelumnya, pameran ini telah diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin Wulan, mengapresiasi dedikasi Anshori Djausal dalam mengembangkan pengetahuan dan memperkenalkan budaya Lampung. Menurutnya, pameran tersebut menghadirkan cerita serta nilai sejarah yang dapat membantu masyarakat memahami perjalanan budaya daerah.
“Bagaimana generasi muda mau bangga dan melestarikan budaya jika mereka tidak mengenal sejarahnya? Melalui pameran seperti ini, kita berharap anak-anak dan generasi muda semakin tertarik mempelajari sejarah serta bangga dengan Provinsi Lampung dan budayanya,” ujar Batin Wulan.
Ia mengajak masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, mengunjungi pameran selama periode penyelenggaraan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenal arsitektur, teknologi, dan nilai budaya Lampung secara lebih dekat.
Pengenalan sejarah dan budaya dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda dalam menjaga warisan daerah. Melalui kegiatan literasi dan pameran budaya, masyarakat juga dapat memperoleh pengetahuan tentang kekayaan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pameran Kayu Ara menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan edukasi dan kebudayaan di perpustakaan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kegiatan serupa diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan identitas budaya Lampung.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
