AHY : Lulusan Harus Terus Belajar, Beradaptasi, dan Memimpin Perubahan
AHY membekali 804 wisudawan UNAS agar terus belajar, meningkatkan keterampilan, menjaga integritas, dan berani memimpin perubahan di era kecerdasan buatan.

Jakarta (UNAS) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., mengajak lulusan Universitas Nasional (UNAS) untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berani mengambil peran dalam menghadapi perubahan global. Pesan tersebut disampaikan dalam pembekalan pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UNAS Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (24/10/2026).
Di hadapan 804 wisudawan dan wisudawati, AHY menegaskan bahwa kelulusan perguruan tinggi bukanlah akhir perjalanan belajar. Sebaliknya, gelar akademik menjadi bekal awal untuk menerapkan pengetahuan, mengembangkan kapasitas diri, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Gelar akademik penting, ijazah penting. Tapi, buktikan bahwa itu semua bisa membawa manfaat sebesar-besarnya. Bukan hanya untuk diri kita atau keluarga kita, tapi pada akhirnya untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
AHY menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi, revolusi teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga krisis iklim dan keterbatasan sumber daya.
Perubahan tersebut turut memengaruhi pola bisnis, perkembangan industri, serta kebutuhan tenaga kerja. Karena itu, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan untuk membaca perkembangan zaman dan menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan yang terus berubah.
Menurut AHY, perkembangan teknologi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi dan mengembangkan bidang pekerjaan baru.
Ia mendorong para lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Jangan berhenti belajar secara formal atau mengikuti pendidikan di UNAS ini. Begitu selesai, begitu lulus, terus upgrade diri kita. Keep learning,” pesannya.
AHY juga menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembelajaran keterampilan baru (reskilling) agar lulusan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dunia kerja dan mempertahankan daya saing.
“The future belongs to those who are willing to change. Learn, adapt, and lead,” ungkapnya.
Pesan tersebut menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mengikuti perubahan, tetapi juga perlu mempersiapkan diri untuk memimpin dan menciptakan perubahan yang bermanfaat.
Dalam pembekalannya, anak Presiden ke- 6 ini menitipkan lima nilai utama yang perlu dikembangkan para lulusan, yaitu kompetensi, karakter, kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan.
Menurutnya, kelima nilai tersebut saling melengkapi dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Kompetensi menjadi bekal untuk menjalankan pekerjaan secara profesional. Karakter dan integritas diperlukan untuk memastikan kemampuan tersebut digunakan secara bertanggung jawab. Sementara itu, kreativitas membantu seseorang menemukan pendekatan baru dalam menyelesaikan persoalan.
Kolaborasi juga menjadi penting karena berbagai tantangan masa depan membutuhkan kerja sama lintas disiplin, profesi, dan generasi. Adapun kepemimpinan diperlukan untuk menggerakkan potensi bersama dan mengarahkan perubahan menuju tujuan yang bermanfaat.
“Orang cerdas tapi tidak berintegritas berbahaya. Tapi karakter tanpa kompetensi tidak akan ke mana-mana, jalan di tempat, bahkan mundur ke belakang,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecakapan intelektual dan integritas dalam membangun profesionalisme.
Selain kesiapan menghadapi dunia kerja, sebagai ketua partai Demokrat ,AHY mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya menjaga demokrasi, menghormati perbedaan, serta memperkuat toleransi dan persatuan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Kebebasan berpendapat, menurutnya, juga perlu diiringi sikap bijaksana dan kesediaan untuk mendengarkan pandangan yang berbeda.
Dia berpesan agar generasi muda menghindari penyebaran hoaks dan berita palsu yang berpotensi memicu perpecahan di masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi Indonesia untuk menjadi negara maju. Posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam, dan besarnya potensi sumber daya manusia merupakan modal yang perlu didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan pembangunan, dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dalam pembekalannya, AHY turut menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Infrastruktur tidak dibangun for the sake of infrastructure. Infrastruktur harus punya dampak sebagai tulang punggung pembangunan nasional,” tegasnya.
Menurut AHY, konektivitas antarwilayah perlu dikembangkan untuk menekan biaya transportasi dan logistik, memperluas kesempatan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., sebelumnya mengingatkan bahwa wisuda merupakan awal pengabdian intelektual dan sosial para lulusan.
“Keberhasilan sejati akan terlihat dari apa yang Saudara lakukan dengan ilmu yang Saudara miliki,” ujarnya.
Wisuda UNAS Periode II Tahun Akademik 2025/2026 mengusung tema “Generasi Pemimpin Indonesia di Era Disrupsi Global: Memperkuat Demokrasi, Inovasi, dan Ketahanan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
Sebanyak 804 lulusan dikukuhkan, terdiri atas 684 lulusan program sarjana, 107 lulusan program magister, dan 13 lulusan program doktor dari delapan fakultas dengan 35 program studi.
Melalui pembekalan tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadikan kompetensi, karakter, kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Dengan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mampu bersaing di dunia profesional, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.
Sumber: Universitas Nasional. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
