Friday, 30 October 2026

Terkini
Lampung

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Unpad Pangandaran Suarakan Kritik di Gedung DPRD

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Unpad Pangandaran Suarakan Kritik di Gedung DPRD

harapanrakyat.com,- Sejumlah persoalan daerah hingga nasional menjadi sorotan mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran, Jawa Barat.

Melalui aksi penyampaian aspirasi di Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Jumat (23/10/2026), mahasiswa mendesak agar berbagai persoalan publik mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Aksi Mahasiswa Unpad Pangandaran di Gedung DPRD

Baca Juga: Dewan Pendidikan Desak Evaluasi Kuota PSDKU Unpad, Jeje: Siswa Pangandaran Bukan Bodoh, tapi Kalah Fasilitas

Aksi tersebut digelar dalam momentum dua tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik dan keresahan melalui orasi sebelum bergerak memasuki Gedung DPRD Pangandaran dengan pengawalan aparat kepolisian.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penanganan bencana. Termasuk peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pangandaran di tengah musim kemarau. Mahasiswa menilai berbagai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Ketua BEM Kema Unpad PSDKU Pangandaran Hisyam Maulana mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa ingin mendorong pemerintah agar lebih serius melihat kondisi di lapangan. Terutama berkaitan dengan penanganan bencana, kesiapsiagaan. Serta berbagai kekurangan dalam respons terhadap persoalan publik.

“Ini bentuk keresahan kami terkait bagaimana Pemerintah Kabupaten Pangandaran hingga pemerintah pusat melihat bencana-bencana. Melihat apa saja yang perlu dilakukan dan apa saja kekurangan-kekurangan di Pangandaran,” kata Hisyam.

Dorong Perbaikan Kebijakan Pemerintah

Lanjutnya menegaskan, gerakan mahasiswa tidak semata-mata berangkat dari kepentingan kelompok atau lingkungan kampus. Aspirasi yang disampaikan merupakan bagian dari upaya mengawal kepentingan masyarakat, sekaligus mendorong perbaikan kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Janji Kuota Mahasiswa Pangandaran di PSDKU Unpad Belum Terwujud, DPRD Turun Tangan

“Ini sebenarnya bukan untuk kami sendiri, tetapi untuk rakyat dan bangsa ini. Makanya, kita kawal isu-isu daerah hingga nasional,” tegasnya.

Hisyam berharap, persoalan yang disuarakan mahasiswa di tingkat daerah tidak berhenti sebagai catatan lokal. Tetapi juga dapat diteruskan kepada pemerintah pusat agar memperoleh perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangannya.

Ia juga mengapresiasi respons DPRD Kabupaten Pangandaran yang dinilainya cukup baik dalam menerima aspirasi mahasiswa.

Kritik dari Mahasiswa Jadi Bahan Evaluasi

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, menyatakan terbuka terhadap kritik, masukan, dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Ia memastikan aspirasi tersebut akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai persoalan yang dibahas.

“Semua apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan kita tindaklanjuti. Yang dibahas mahasiswa terkait isu kejadian daerah hingga nasional,” katanya.

Menurut Asep, keterlibatan mahasiswa dan kalangan akademisi memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Kritik dari lingkungan kampus dapat menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pemerintah daerah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menilai, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai kritik, tetapi juga dapat berkontribusi melalui gagasan, kajian, dan pemikiran akademis untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. “Saya sangat terbuka, akademisi bisa terlibat dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Klarifikasi Soal Keisha Mahasiswa Unpad Diisukan Enggan Kuliah Gara-gara Dirinya

Asep berharap, partisipasi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dapat terus tumbuh sebagai bagian dari kontrol publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

 Ia juga mendorong adanya keterlibatan yang lebih luas dari kalangan akademisi dalam memberikan masukan bagi pembangunan Kabupaten Pangandaran. “Dengan hadirnya mahasiswa, diharapkan memperkaya ide dan gagasan kita di daerah,” kata Asep Noordin. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *