IMF: Adopsi AI Berpotensi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Timur Tengah dan Asia Tengah
Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan adopsi kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan di Timur Tengah dan Asia Tengah. Peningkatan tersebut diperkirakan terjadi pada jangka menengah dan mencapai 0,1...

RRI.CO.ID, Dubai — Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan adopsi kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan di Timur Tengah dan Asia Tengah. Peningkatan tersebut diperkirakan terjadi pada jangka menengah dan mencapai 0,1 hingga 0,6 poin persentase, dilansir dari Xinhua, Jumat, 23 Oktober 2026.
Besarnya dampak tersebut bergantung pada kesiapan digital masing-masing negara serta kemampuan mereka mengintegrasikan teknologi AI ke dalam kegiatan produktif. Penilaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Pusat Keuangan Internasional Dubai (DIFC) dan IMF di Dubai, Kamis, 22 Oktober 2026.
IMF menyoroti peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Hal tersebut dilansir dari laporan Regional Economic Outlook edisi Oktober.
IMF menilai adopsi AI memberikan peluang bagi negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tengah untuk memperkuat perekonomian mereka. Sejumlah negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), termasuk Uni Emirat Arab (UEA), telah melakukan investasi besar untuk menjadikan negara mereka sebagai pusat AI global.
IMF juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi UEA pada 2027 menjadi 7,7 persen. Angka tersebut meningkat 2,4 poin persentase dibandingkan proyeksi pada April.
Investasi AI diperkirakan menyumbang sekitar 0,5 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan UEA. IMF menekankan pentingnya investasi berkelanjutan untuk memaksimalkan manfaat teknologi AI.
Investasi tersebut mencakup infrastruktur digital, pendidikan, pengembangan keterampilan, dan inovasi. Langkah-langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung diversifikasi ekonomi negara-negara di kawasan tersebut.
IMF menyalurkan pembiayaan sekitar 48 miliar dolar AS (Rp868,5 triliun) kepada negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tengah sejak 2020. Pada tahun fiskal 2026, lembaga tersebut juga melaksanakan 437 proyek bantuan teknis dan pengembangan kapasitas yang mencakup 31 negara.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
