Rekomendasi Harga Minyak 23 Oktober 2026 : Dapat Terdukung Ketegangan Timur Tengah; Waspadai Profit Taking
(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup melonjak pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, dengan Brent mencapai level penutupan tertinggi sejak awal Mei. Harga naik setelah laporan bahwa AS berencana...

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup melonjak pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, dengan Brent mencapai level penutupan tertinggi sejak awal Mei. Harga naik setelah laporan bahwa AS berencana melanjutkan serangan terhadap Iran, di tengah serangan Houthi terhadap fasilitas di Arab Saudi.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS naik 2,4% dan ditutup pada $99,47 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 3,77% dan ditutup pada $112,92 per barel.
Harga sudah menguat sejak sesi Asia. Houthi menyerang beberapa target di Arab Saudi pada hari Rabu, menewaskan sedikitnya satu orang di bandara sipil Dammam dan dua orang dalam serangan drone terhadap ladang minyak Saudi. AS memerintahkan sebagian personel dan keluarga mereka meninggalkan misi diplomatik di Arab Saudi, yang memperkuat kekhawatiran keamanan di kawasan.
Kenaikan semakin tajam pada sesi AS. Investor khawatir eskalasi di Timur Tengah karena AS dilaporkan berencana melanjutkan serangan terhadap Iran. Laporan menyebut rincian rencana serangan setelah pemilu sela AS.
Volume opsi Brent mencatat rekor pada hari Selasa, yang menandakan pelaku pasar lebih khawatir apakah pasokan bisa bertahan jika pertempuran meningkat.
WTI naik lebih terbatas dibanding Brent. Brent dan WTI bergerak berbeda karena WTI terkait pengiriman fisik di Cushing, Oklahoma, sementara Brent dipengaruhi rute tanker internasional. Selisih keduanya kini sekitar $13,7 per barel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi bertahan tinggi dengan volatilitas besar selama risiko serangan AS terhadap Iran, serangan Houthi terhadap infrastruktur Saudi, dan serangan terhadap kapal di Hormuz belum mereda. Setelah reli tajam, aksi ambil untung bisa muncul sewaktu-waktu, terutama jika ada sinyal diplomatik atau kemajuan pembicaraan damai Rusia-Ukraine yang membuka pasokan diesel.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Desember 2026 diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $98,07-$96,67. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $100,52-$101,57.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $110,66-$108,41. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $114,33-$115,75.
Sumber: Vibiznews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
