Jemput Bola ke Seoul, BP Batam Dorong Ekosistem MRO dan Industri Presisi
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat memanfaatkan tren lonjakan investasi dari Korea Selatan (Korsel). Melalui partisipasi dalam South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan strategis bersama Kedutaan Besar...

KORANBATAM.COM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat memanfaatkan tren lonjakan investasi dari Korea Selatan (Korsel). Melalui partisipasi dalam South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan strategis bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul pada Rabu (21/10/2026), BP Batam berupaya memperkuat ekosistem industri, infrastruktur, dan konektivitas wilayah.
Delegasi BP Batam dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, didampingi Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara Kurnia Budi. Rangkaian agenda kerja luar negeri ini berlangsung pada 20-24 Oktober 2026.
Langkah responsif ini didasari oleh tren pertumbuhan investasi Negeri Ginseng yang mencatatkan lonjakan signifikan di Kota Batam. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal-Republik Indonesia (BKPM-RI), realisasi investasi Korea Selatan pada Semester I 2026 menembus angka Rp1,175 triliun (sekitar USD65,1 juta).
Capaian tersebut mencerminkan lonjakan fantastis hingga 4.169,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), atau setara 34,1 kali lipat dari total realisasi investasi Korea Selatan di Batam sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp34,41 miliar.
Pertumbuhan pesat ini menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam, menyumbang 6,60 persen dari total realisasi Penanaman Modal Asing (PMA).
Pergeseran Tren: Berfokus pada Logistik dan Bandara
Selain pertumbuhan kuantitas, profil investasi Korea Selatan di Batam mengalami pergeseran sektoral yang cukup mencolok. Jika pada 2025 modal investor tersebar secara bertahap pada sektor perikanan, alat transportasi, mesin, elektronik hingga kimia dan farmasi, maka pada Semester I 2026 terjadi konsentrasi yang kuat.
Sebanyak 99,6 persen atau sekitar Rp1,170 triliun berfokus pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi salah satu pendorong utamanya melalui kemitraan strategis di PT Bandara Internasional Batam.
Momentum perubahan ini dimanfaatkan oleh Fary Djemy Francis saat memaparkan potensi Batam di panggung South Korea Aero Summit. Di hadapan para pelaku industri penerbangan global, Fary menawarkan peluang investasi pada industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), kargo udara, serta berbagai rantai pasok pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.
Ia menambahkan, integrasi antara Bandara Hang Nadim dengan kawasan industri dan rantai pasok global sangat krusial. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, dan kepercayaan investor menjadi fondasi utama untuk menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.
Perkuat Jejaring Internasional dan Pembelajaran Ekosistem
Di samping menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) penerbangan, delegasi BP Batam melakukan audiensi khusus dengan Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana.
Pertemuan ini difokuskan pada pemetaan perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang berpotensi melakukan ekspansi bisnis, fasilitasi business matching hingga penjadwalan kunjungan calon investor langsung ke Batam.
Upaya ini ditopang oleh status keunggulan komparatif Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ), keberadaan 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta 31 kawasan industri yang siap pakai.
Sektor-sektor masa depan yang turut dibidik meliputi manufaktur komponen kendaraan listrik (electric vehicle), semikonduktor, rekayasa presisi (precision engineering), logistik hingga teknologi digital.
Selain agenda diplomatik dan bisnis, kunjungan kerja ini juga diisi dengan studi banding ke kawasan ekonomi dan pengelolaan bandar udara di Incheon. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat operasional dan ekosistem Hang Nadim secara konkret, sekaligus mengonversi kemitraan internasional menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat Batam.
Sumber: KoranBatam. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
