Hari Santri Nasional 2026, PKB Jatim Kobarkan Semangat Jihad Ekologi
PKB Jawa Timur mengobarkan jihad ekologi pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, termasuk di Jatim.

Surabaya, Viva Jatim-DPW PKB Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Grha Gus Dur, Gayungsari, Surabaya, Kamis, 22 Oktober 2026. Upacara ini menjadi momentum untuk mengobarkan semangat pengabdian santri dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari penguatan bangsa hingga perjuangan menjaga kelestarian lingkungan.
Sekretaris DPW PKB Jatim, Multazamudz Dzikri, yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa semangat perjuangan santri tidak boleh berhenti pada penguasaan ilmu agama dan pengabdian sosial. Santri juga harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga bumi dan menyelamatkan lingkungan.
Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menurut dia, menjaga alam merupakan medan pengabdian yang menuntut kepedulian sekaligus tindakan nyata.
“Di tengah tantangan zaman ini, salah satu medan pengabdian yang harus menjadi perhatian kita adalah menjaga bumi, menyelamatkan lingkungan, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegas Multazamudz.
Ia mengingatkan, kebakaran hutan bukan sekadar persoalan rusaknya pepohonan, melainkan juga ancaman terhadap kehidupan masyarakat. Asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan, merusak lingkungan, serta menghilangkan sumber penghidupan warga.
“Kita tidak boleh membiarkan hutan terbakar, udara tercemar, rakyat kehilangan sumber penghidupan, kesehatan masyarakat terancam asap, dan anak-anak kita mewarisi lingkungan yang rusak,” ujarnya.
Pria yang saat ini menjabat anggota DPRD Jatim ini menekankan, semangat jihad santri harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Jika dahulu perjuangan santri identik dengan mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajahan, kini semangat itu juga harus diwujudkan melalui perjuangan menjaga kelestarian alam.
“Berarti, jihad santri hari ini adalah melawan karhutla,” tandasnya.
Menurut dia, menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas di lapangan. Santri harus mengambil peran dengan mengedukasi masyarakat, membangun kepedulian lingkungan, serta mencegah berbagai praktik yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita sebagai manusia. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh santri untuk menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai gerakan kepedulian lingkungan bersama, bukan sekadar seruan seremonial setiap peringatan Hari Santri.
Sumber: VIVA Jatim. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
