Menjaga Peradaban melalui Pendidikan: Dari Sumpah Pemuda hingga Spirit Hari Santri Nasional 2026
Menjaga peradaban tidak pernah semata-mata bergantung pada kokohnya benteng pertahanan atau melimpahnya kekayaan materi. Peradaban...

Menjaga peradaban tidak pernah semata-mata bergantung pada kokohnya benteng pertahanan atau melimpahnya kekayaan materi. Peradaban yang bertahan melintasi zaman justru dibangun melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Kemajuan teknologi dan kemegahan infrastruktur akan kehilangan maknanya apabila tidak disertai kualitas manusia yang berilmu, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dalam perspektif rekonstruksionisme sosial yang dikembangkan Theodore Brameld, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk dan memperbaiki tatanan masyarakat. Pendidikan bukan sekadar proses memindahkan pengetahuan dari guru kepada murid, melainkan ikhtiar menyiapkan manusia agar mampu memahami persoalan sosial dan menciptakan perubahan yang lebih baik. Dengan demikian, menjaga peradaban harus dimulai dari kesungguhan membangun sistem pendidikan yang mencerdaskan sekaligus memanusiakan manusia.
Perspektif tersebut menemukan relevansinya dalam perjalanan sejarah Indonesia. Kebangkitan nasional tidak dapat dilepaskan dari peran kaum terpelajar yang menyadari bahwa masa depan bangsa membutuhkan persatuan, kesadaran kolektif, dan cita-cita bersama.
Sumpah Pemuda dan Lahirnya Kesadaran Kebangsaan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan menandai keberanian generasi muda untuk melampaui batas-batas kesukuan dan kedaerahan demi mewujudkan identitas kebangsaan.
Dalam perspektif Social Identity Theory yang dikembangkan Henri Tajfel, identitas sosial berperan dalam membentuk rasa memiliki dan solidaritas di antara anggota kelompok. Semangat Sumpah Pemuda memperlihatkan bagaimana identitas kebangsaan Indonesia tumbuh sebagai ruang bersama yang menaungi beragam latar belakang etnis, bahasa, dan budaya.
Pendidikan dan ruang-ruang diskusi kaum terpelajar menjadi bagian penting dalam proses tumbuhnya kesadaran tersebut. Melalui perjumpaan gagasan, pertukaran pemikiran, dan perjuangan bersama, para pemuda membangun pandangan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kenyataan yang harus dirajut menjadi kekuatan.
Keputusan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan juga menunjukkan pentingnya komunikasi dalam membangun peradaban. Bahasa tidak hanya menjadi alat menyampaikan pesan, tetapi juga sarana menyebarkan pengetahuan, mempertemukan kebudayaan, dan membangun kesepahaman di tengah masyarakat yang beragam.
Semangat ini tetap relevan hingga hari ini. Generasi muda perlu memahami bahwa persatuan tidak terbentuk dengan sendirinya. Ia harus terus dirawat melalui pendidikan, literasi, dialog, dan kesediaan untuk menghargai perbedaan.
Perjalanan pendidikan Indonesia tidak hanya ditopang oleh sekolah formal dan perguruan tinggi. Jauh sebelum kemerdekaan, pesantren, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan Madrasah Diniyah telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Nusantara. Lembaga-lembaga tersebut berperan dalam menjaga tradisi keilmuan, menanamkan nilai keagamaan, dan membentuk karakter generasi muda.
Sumber: PCNU Sidoarjo. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
