Demo di Malang, Aliansi Rakyat Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional
Ratusan massa di Malang demo mendesak pemerintah pusat tetapkan Karhutla sebagai bencana nasional. Mereka soroti lambatnya penanganan.

"Aksi simbolik yang kami sampaikan pada siang hari ini berfokus pada beberapa poin tuntutan. Pertama, untuk segera menetapkan bencana nasional yang terjadi di beberapa daerah agar pemerintah segera merespons dalam waktu cepat,” tegas Arif, Rabu (21/10/2026).
Selain mendesak penetapan status bencana nasional, massa menyoroti efektivitas dan transparansi pengelolaan anggaran penanggulangan bencana.
Mereka juga mempertanyakan alokasi anggaran dalam APBN serta kinerja instansi terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Arif menilai, sebagian kepala daerah di wilayah terdampak bencana cenderung pasif dan tidak menyampaikan sikap secara terbuka.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya perhatian terhadap penderitaan masyarakat akibat asap dan kerusakan lingkungan.
"Hari ini permasalahan di setiap daerah, bahkan BNPB yang seharusnya menanggulangi bencana malah dikorupsi,” ucapnya.
Arif juga mengaitkan persoalan karhutla dan bencana di daerah dengan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok bawah.
Isu yang turut disoroti meliputi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga bahan pokok, hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam aksi tersebut, massa membawa empat fokus tuntutan utama, yakni ekonomi; hukum; tata kelola dan kebijakan negara; serta hak asasi manusia (HAM), demokrasi, dan pendidikan.
"Harapan dari aksi siang hari ini berfokus pada tajuk untuk mengkampanyekan bagaimana suara kedaulatan rakyat bisa bergaung dari Kota Malang untuk disesuaikan kepada isu nasional," tutur Ilham.
Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu berencana menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Mereka berencana menyelaraskan aksi tersebut dengan demonstrasi serupa di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.
"Di tanggal 28 nantinya kami akan menyampaikan eskalasi lebih lanjut untuk menyikapi bersama bagaimana menyerukan selamatkan daulat rakyat," kata Ilham.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
