Friday, 30 October 2026

Terkini
Nasional

Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Massa pedemo di Kantor Gubernur Kaltim suarakan 7 tuntutan. Mereka desak karhutla jadi bencana nasional hingga evaluasi program pemerintah.

Sumber foto: Kompas.com

Melalui aksi itu, mereka ingin menyuarakan berbagai persoalan mendasar di Kalimantan Timur yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian serius dari pemerintah.

"Pada kesempatan ini teman-teman dari Aliansi Geram membawa tajuk 2 tahun Prabowo-Gibran, Kaltim jadi anak tiri, Kaltim jadi abu di tanahnya sendiri," ujar Candra di sela-sela aksi.

Menurut Candra, Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari batu bara, minyak bumi, hingga gas alam. Namun, kekayaan tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.

Ia menilai, berbagai persoalan yang muncul di daerah menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pemerintah, termasuk penanganan karhutla yang telah berlangsung di sejumlah wilayah.

"Sudah lama kejadian karhutla, tapi belum ada tindakan yang tegas dari pemerintah," kata salah seorang peserta aksi, Ainul (21).

Ainul berharap pemerintah tidak hanya merespons persoalan tersebut melalui pernyataan di media, tetapi juga turun langsung menemui masyarakat dan memastikan penanganan berjalan hingga tuntas.

"Semoga cepat selesai, pemerintah harus turun ke masyarakat," ujarnya.

Candra menegaskan bahwa massa aksi ingin bertemu langsung dengan pimpinan daerah untuk menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka.

Menurutnya, pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan yang diharapkan dapat menyuarakan persoalan masyarakat Kaltim hingga ke tingkat pusat.

Secara khusus, massa meminta Gubernur Kaltim untuk mengeluarkan pernyataan resmi atau surat keputusan yang dapat mendorong peningkatan status bencana karhutla menjadi bencana nasional.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *