Friday, 30 October 2026

Terkini
Nasional

Menaker: Magang Reguler Tetap Diperlukan, Tak Digantikan Magang Nasional

Menaker Yassierli menegaskan Magang Nasional menyasar lulusan baru, sedangkan magang reguler tetap dibutuhkan dan akan diawasi.

Sumber foto: Kompas.com

Yassierli juga menanggapi kekhawatiran program magang digunakan perusahaan untuk menggantikan tenaga kerja reguler.

Menurut dia, perusahaan tidak bisa terus-menerus mengandalkan peserta magang karena ketersediaan kuota program tersebut tidak selalu terjamin.

Selain itu, masa magang selama enam bulan membuat perusahaan perlu mempertimbangkan siapa yang akan melanjutkan pekerjaan peserta setelah program berakhir.

“Karena magang setiap perusahaan itu kan dia tidak punya kepastian apakah mereka itu akan selalu mendapatkan kuota magang. Dan sesudah dia magang, 6 bulan siapa yang akan melanjutkan pekerjaan dia di perusahaan tersebut,” kata Yassierli.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengawasi perusahaan untuk memastikan program magang tidak disalahgunakan sebagai pengganti pekerja reguler.

“Kita terus kawal perusahaan-perusahaan bahwa kalau mereka magang ya mereka magang, bukan bekerja. Jadi, dan konteks magang sekali lagi adalah mereka untuk meningkatkan kompetensi,” ujarnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *