Hari Santri Nasional, Pesantren Inklusi Gorontalo Dorong Kesetaraan Pendidikan
Pengasuh Pondok Pesantren Inklusi Disabilitas Putra Mandiri Gorontalo, Riska Duduti, berharap peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ibadah para santri,...

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pengasuh Pondok Pesantren Inklusi Disabilitas Putra Mandiri Gorontalo, Riska Duduti, berharap peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ibadah para santri, termasuk santri penyandang disabilitas.
Menurut Riska, santri di pondok pesantren inklusi memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam pendidikan umum maupun pendidikan agama.
Ia mengatakan, meskipun para santri yang dibinanya memiliki keterbatasan, mereka tetap didorong untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan santri di pondok pesantren noninklusi.
“Walaupun mereka memiliki keterbatasan, tetapi kalau soal pendidikan secara umum maupun pendidikan agama, kami berharap sudah setara dengan pendidikan pondok pesantren yang noninklusi,” ujar Riska saat diwawancarai RRI Gorontalo melalui telepon, Rabu 21 Oktober 2026.
Riska menambahkan, pihaknya berencana memperingati Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Inklusi Disabilitas Putra Mandiri Gorontalo melalui kegiatan sederhana.
Ia menilai, peringatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat semangat belajar dan beribadah para santri.
Di sisi lain, Riska menyoroti tantangan pondok pesantren di tengah perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital yang semakin berkembang dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan pengawasan dan integritas pengelola pesantren. Ia berharap kasus penyimpangan yang melibatkan oknum tokoh agama atau pengelola pesantren tidak kembali terjadi.
Riska menegaskan, kepercayaan orang tua merupakan hal penting karena mereka menitipkan anak-anaknya di pesantren dengan harapan memperoleh pendidikan agama dan pengetahuan yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia menilai santri saat ini memiliki kemampuan untuk bersaing dengan peserta didik dari sekolah umum. Hal itu terlihat dari keikutsertaan santri dalam berbagai kegiatan dan perlombaan pendidikan, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
Karena itu, Riska berharap Hari Santri Nasional dapat memperkuat motivasi para santri untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Ia juga berharap santri penyandang disabilitas semakin memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya di berbagai bidang.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
