Saturday, 31 October 2026

Terkini
Bola

Jemput Bola ke KKP RI, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Amankan Prioritas Program Strategis APBN 2027

Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk menjemput

Sumber foto: Padangkita.com

Jakarta, Padangkitacom – Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang bergerak cepat memperjuangkan penguatan sektor kelautan, perikanan, dan ketahanan pangan daerah di tingkat pemerintah pusat. Selama empat hari, mulai tanggal 13 hingga 16 Oktober, jajaran Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang melakukan kunjungan kerja maraton ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) di Jakarta guna menjemput alokasi program strategis melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027.

Delegasi Kota Padang dalam kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie, didampingi Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Elvida, serta Kepala UPT Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Titin Sumarni.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh Muhammad Dwi Richie sesaat setelah dilantik pada September lalu ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Wali Kota Padang, Fadly Amran. Dalam sambutan dan arahannya saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Wali Kota menekankan pentingnya akselerasi dan terobosan di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

Berbekal mandat tersebut, tim Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang menyambangi sejumlah pejabat tinggi di lingkungan KKP RI, mulai dari Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, hingga Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Rangkaian audiensi diawali dengan pertemuan bersama Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry. Pertemuan ini membahas penguatan substansi proposal daerah sekaligus menyampaikan permohonan kesediaan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang.

Selanjutnya, dalam audiensi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengusulkan pengembangan UPT Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo.

Usulan ini disambut positif dengan diprioritaskannya alokasi revitalisasi Sentra Pengolahan Pasia Nan Tigo melalui APBN tahun 2027. Revitalisasi ini diproyeksikan menjadikan UPT SPP Pasia Nan Tigo sebagai etalase sentra pengolahan ikan berstandar nasional hingga berorientasi ekspor.

Di Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, delegasi Kota Padang diterima oleh Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Ady Chandra, selaku Penanggung Jawab Program Unggulan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dalam pertemuan tersebut, usulan KNMP Batang Arau ditetapkan sebagai skala prioritas KNMP Tematik melalui dukungan APBN 2027.

"Konsep KNMP Tematik Batang Arau yang kami sampaikan kepada Bapak Direktur dirancang terintegrasi antara wisata bahari dan wisata kuliner berbahan dasar ikan di kawasan Kota Tua Batang Arau. Langkah ini sekaligus mendukung posisi Kota Padang yang sedang memperkuat jejaring sebagai Kota Gastronomi UNESCO. Bapak Direktur menyambut sangat baik gagasan ini dan menjadwalkan kunjungan langsung ke Kota Padang dalam waktu dekat," ujar Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie

Selain sektor perikanan tangkap dan pengolahan, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang juga memperkuat sektor perikanan budi daya yang dikolaborasikan dengan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pertemuan bersama Direktur Ikan Air Tawar, Gemi Triastutik, selaku Penanggung Jawab Program Unggulan Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS), serta Direktur Sarana dan Prasarana, Dr. Enggar Sadtopo, selaku Penanggung Jawab Program Unggulan Minapadi, usulan proposal Kota Padang kembali mendapatkan prioritas alokasi APBN 2027.

Pengembangan sistem Mini RAS dan minapadi di Kota Padang dirancang khusus untuk menopang rantai pasok pangan bergizi, termasuk penyediaan ikan berukuran kecil (baby fish) yang kaya nutrisi bagi kebutuhan program MBG.

"Untuk mengoptimalkan program Mini RAS dan minapadi ini, kami menyiapkan rencana nota kesepahaman atau MoU antara para pembudi daya ikan lokal dengan 74 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis se-Kota Padang. Integrasi hulu ke hilir ini disambut baik oleh jajaran direktur di KKP RI karena memberikan kepastian pasar bagi pembudi daya sekaligus menjamin ketersediaan protein ikan bagi masyarakat," jelas Muhammad Dwi Richie.

Agenda kunjungan kerja diakhiri dengan audiensi bersama Direktur Rumput Laut, Nono Hartanto, guna membahas potensi besar perairan Kota Padang dalam pengembangan budi daya rumput laut dan ikan kerapu.

Pihak KKP RI menyambut positif potensi tersebut dan berkomitmen memfasilitasi masuknya investasi budi daya rumput laut berskala ekspor ke Kota Padang, disertai dukungan alokasi anggaran melalui APBN. Seluruh capaian dari kunjungan kerja ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi biru, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan, dan memperkokoh ketahanan pangan di Kota Padang. [*/hdp]

Sumber: Padangkita.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *