Sepak Terjang Houthi: Dari Pemberontak Pegunungan Yaman hingga Poros Perlawanan Timur Tengah
BeritaNasional.com - Kelompok Houthi di Yaman kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan militer paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah.

BeritaNasional.com – Kelompok Houthi di Yaman kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan militer paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah.
Dari faksi pemberontak lokal di wilayah pegunungan utara Yaman, kelompok ini bertransformasi menjadi kekuatan geopolitik. Lantas, siapakah sebenarnya kelompok Houthi dan apa yang mendorong aksi militer mereka?
Kelompok Houthi resmi menamakan diri mereka sebagai Ansar Allah (Penolong Allah). Gerakan ini berakar dari komunitas Zaidiyah salah satu cabang Syiah yang menjadi kelompok minoritas di Yaman.
Dilansir dari BBC News pada Kamis (15/10/2026), kelompok ini lahir pada era 1990-an di wilayah Saada sebagai gerakan keagamaan dan kebudayaan bernama Believing Youth yang dipimpin oleh Hussein Badreddin al-Houthi.
Gerakan ini dibentuk sebagai respons atas dugaan diskriminasi ekonomi dan politik oleh pemerintah pusat Yaman serta penolakan terhadap meluasnya pengaruh ideologi atau paham keagamaan dari luar wilayah Zaidiyah.
Setelah Hussein tewas dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah pada 2004, kepemimpinan beralih ke saudaranya, Abdul Malik al-Houthi, yang memimpin organisasi tersebut hingga saat ini.
Eskalasi konflik meningkat pesat pascagelombang Arab Spring pada 2011. Memanfaatkan ketidakstabilan politik pascalengsernya Presiden Ali Abdullah Saleh, Houthi melancarkan serangan masif dan berhasil menguasai Ibu Kota Sana'a pada September 2014.
Langkah tersebut memicu intervensi militer internasional yang dipimpin oleh Arab Saudi melalui Operation Decisive Storm pada Maret 2015.
Meskipun digempur oleh serangan udara koalisi dan blokade maritim selama bertahun-tahun, Houthi justru terbukti tangguh dan berhasil mempertahankan wilayah kekuasaannya di utara Yaman.
Perkembangan pesat kapasitas militer Houthi tidak lepas dari dukungannya dalam jaringan "Poros Perlawanan" (Axis of Resistance) yang dipimpin Teheran.
Meski tidak berada di bawah komando doktrinal penuh dari Teheran, Houthi menerima pasokan teknologi persenjataan, komponen drone, rudal, serta pelatihan militer dari Iran.
Dukungan ini menjadi game changer yang mengubah Houthi dari milisi bersenjata tradisional menjadi kekuatan tempur berteknologi modern.
Ada beberapa faktor utama yang mendasari rentetan serangan Houthi ke infrastruktur vital Arab Saudi maupun kapal-kapal yang melintas di Laut Merah:
Sentimen Historis: Balasan atas kampanye militer dan blokade udara-laut pimpinan Arab Saudi sejak 2015 yang dinilai merusak infrastruktur sipil Yaman.
Legitimasi Politik: Menunjukkan kekuatan di hadapan rakyat Yaman dan dunia Arab bahwa mereka adalah garda terdepan melawan pengaruh asing.
Poin Tawar (Leverage) Geopolitik: Mengontrol Selat Bab El Mandeb, jalur transit utama pasokan minyak dunia memberikan Houthi posisi tawar yang sangat kuat dalam perundingan internasional.
Sumber: Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
