Saturday, 31 October 2026

Terkini
Bola

Erick Thohir Siapkan Sanksi Pengurangan Poin untuk Klub yang Suporternya Anarkis

Erick Thohir mengancam pengurangan poin bagi klub yang gagal mengendalikan suporter anarkis menyusul penyerangan terhadap rombongan EPA Persib dan suporter Persija.

Sumber foto: VIVA.co.id

VIVA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengancam akan mendorong penerapan sanksi pengurangan poin bagi klub sepak bola Indonesia yang gagal menjaga suporternya agar tidak melakukan aksi anarkis.

Pernyataan itu disampaikan Erick menyusul dua insiden penyerangan yang melibatkan oknum suporter.

Erick menegaskan, aksi kekerasan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, serta penyerangan terhadap suporter Persija di Tol Palikanci, Cirebon, harus menjadi perhatian serius seluruh pihak di sepak bola Indonesia.

Menurut Erick, tindakan tersebut sudah mengarah pada kriminalitas, bukan lagi sekadar persoalan rivalitas antarsuporter.

"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya (bisa saja mendapat) pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma, kami akan lakukan tindak tegas pastinya," kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Erick mencontohkan, dalam video penyerangan terhadap bus tim EPA Persib, terlihat oknum suporter membawa benda tumpul hingga menghancurkan bus. Ia mempertanyakan alasan seseorang membawa alat pemukul ketika hendak menyaksikan pertandingan sepak bola.

"Mana ada menonton bola bawa alat pukulan, nah ini konteksnya kan artinya kan sudah ada pemikiran (untuk melakukan kekerasan). Ataupun yang sekarang oknum suporter yang satu lagi membalas, nah ini sama," ujarnya.

Erick mengatakan, PSSI memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk menyepakati mekanisme yang menjamin keamanan pertandingan, termasuk keselamatan suporter. Namun, jika kesepakatan tersebut tidak tercapai, PSSI akan melakukan intervensi.

Ia juga menyinggung kemungkinan larangan bagi suporter tim tamu kembali diberlakukan apabila situasi keamanan tidak bisa dijamin.

"Ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away lagi," kata Erick.

Menurut Erick, komitmen menjaga keamanan pertandingan sebenarnya telah menjadi kesepakatan bersama operator liga dan klub sejak awal. Larangan kehadiran suporter tim tamu juga telah berlangsung hampir empat tahun sebelum pada musim ini kembali diberikan izin.

Namun, munculnya kembali insiden kekerasan membuat komitmen tersebut dipertanyakan. Erick berharap klub dan suporter dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan agar pertandingan sepak bola tidak kembali diwarnai aksi anarkis.

Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *