Saturday, 31 October 2026

Terkini
Nasional

Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional Menurut Menko Dudung

Menko Polkam Dudung Abdurachman membeberkan alasan pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Simak selengkapnya!

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional. Sebab, ia menegaskan pemerintah masih mampu mengatasinya.

Hal ini disampaikan Dudung usai rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait untuk membahas penanganan karhutla di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

“Belum, masih mampu kita menangani,” kata Dudung kepada wartawan.

Dudung menyampaikan Prabowo menargetkan permasalahan karhutla bisa selesai dalam waktu yang cepat. Ia menyebut Prabowo menaruh fokus terhadap penanganan karhutla.

“Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dudung juga menyampaikan Prabowo memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus pemerintah adalah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, yang menjadi habitat satwa harus dilindungi.

"Dari Bapak Presiden ada laporan dari Kepala BNPB itu ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatera Selatan. Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah itu adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional karena memang ini harus dilindungi karena ada satwa di situ," jelasnya.

Dudung menjelaskan pemadaman karhutla dilakukan melalui operasi udara dan darat. Namun, pelaksanaan operasi udara menghadapi kendala akibat kepulan asap yang terlalu tebal sehingga menyulitkan helikopter menjangkau titik-titik kebakaran.

"Dan kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat. Karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ungkapnya.

Sumber: Inilah.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *