Saturday, 31 October 2026

Terkini
Bola

Gaya Stoic ala Lionel Messi Saat Putuskan Pensiun dari Timnas Argentina Halaman 1

Lionel Messi melakonkan laga terakhir berseragam Timnas Argentina sewaktu bermain kontra Benin. Messi memilih pensiun dari Timnas Argentina.

Sumber foto: Kompasiana.com

Seremoni perpisahan Lionel Messi dengan Tim Nasional Argentina menjadi salah satu topik hangat pada pekan ini. Pada akhirnya, salah satu pemain berbakat yang dimiliki oleh dunia sepak bola terkhususnya negara Argentina tak akan lagi berlaga mengenakan kostum timnas. Begitu pula dengan pecinta sepak bola pastinya merindukan sosok Messi bisa bermain di pertandingan-pertandingan internasional seperti Piala Dunia dan Copa America.

Keputusan Messi untuk pensiun dari timnas memang sudah mulai terbaca. Dari sisi usia, cepat atau lambat pemain yang pernah bermain di Barcelona dan PSG itu pasti harus gantung sepatu. Keputusan pensiun dari Timnas Argentina pun sepertinya menjadi langkah awal sebelum meninggalkan secara total karir sebagai pemain profesional. Untuk saat ini, Messi masih aktif bermain dengan tim asal Amerika Serikat, Inter Miami.

Keputusan untuk gantung sepatu secara total sebagai pemain profesional bisa saja diambil dalam waktu dekat. Apalagi, di balik keputusan pensiun dari Timnas Argentina itu, Messi menyadari keterbatasannya walaupun dalam kaca mata banyak pihak, Messi sebenarnya masih mampu berkompetesi pada level terbaik dan memberikan kontribusi untuk Timnas Argentina.

Terbukti, di laga kontra Benin yang juga menjadi laga perpisahan Messi dengan Timnas Argentina, permain berjuluk "La Pulga" itu mencetak 1 gol dan 2 asis. Artinya, kemenangan 3-0 Argentina atas Benin terjadi lebih karena kontribusi besar Messi.

Mantan pelatih Messi di Barca, Pep Guardiola pun ikut berkomentar. Pep menilai bahwa keputusan Messi pensiun dengan apa yang ditampilkannya pada laga akhirnya seperti kontradiktif. Messi masih tampil pada level terbaik, tetapi malah memilih pensiun. Lebih jauh, Guardiola menilai jika tolak ukur Messi dalam menilai kemampuan diri sangat berbeda dari tolak ukur pada umumnya.

Di sini, dari sisi kualitas, keputusan Messi untuk pensiun dari Timnas Argentina masih terlalu dini. Paling tidak, untuk satu atau dua tahun kedepan Messi masih bisa memberikan hal yang terbaik untuk Timnas Argentina baik tampil penuh maupun sebagai mentor untuk rekan-rekan setimnya.

Akan tetapi, dari keputusan Messi yang pensiun dari Timnas Argentina kita bisa belajar dengan "letting go," yang berarti rela melepaskan hal-hal yang bisa mengikat. Messi berani melepaskan popularitasnya dan pengaruhnya dengan Timnas Argentina. Messi juga berani melepaskan statusnya sebagai "komandan" tim dan memberikan kepada pemain lain.

"Letting go" ala Messi menjadi salah satu pelajaran, tak hanya bagi pesepakbola tetapi juga bagi siapa saja. Ketika kita tak lagi mampu secara fisik dan juga ada orang yang lebih baik dari kita, kita pun berani melepaskan jabatan atau pun posisi kita demi kepentingan yang lebih baik. Paling tidak, itu menjadi salah satu hal yang mendasari keputusan Messi untuk pensiun dari Timnas Argentina.

Messi menyadari kapasitasnya. Messi juga melihat bahwa ada pemain-pemain baru yang perlu diberikan kesempatan ke dalam tim. Daripada tetap bertahan dengan kondisi fisik yang terbatas, lebih baik memutuskan untuk pensiun walaupun harus merelakan atau "letting go" popularitas dan pengaruh besar yang telah dibanggunnya di Timnas Argentina dan di mata rakyat Argentina.

Pelajaran kedua dari Messi adalah sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik. Dalam pesan pengumuman Messi pensiun dari Timnas Argentina, Messi juga menyataan bahwa dia sudah memberikan yang terbaik untuk Timnas Argentina dan bisa pensiun dengan tenang.

Tak bisa diragukan kontribusi Messi bagi Timnas Argentina. Messi sudah memberikan yang terbaik untuk Argentina lewat sepak bola. Sukacita yang dirayakan masyarakat Argentina baik sewaktu timnas mendapatkan trofi Copa America dan Piala Dunia pada era Messi seperti menjadi angin segar di Argentina. Persoalan pribadi dan negara sepertinya diringankan oleh perayaan sukacita atas keberhasilan Messi dan kawan-kawan di dunia sepak bola.

Tak pelak, Messi pun dieluhkan. Perpisahannya diiringi tangisan. Ketidakhadirannya pastinya akan dirindukan. Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi Argentina walau tanpa kehadiran Messi.

Messi telah memberikan yang terbaik untuk Timnas Argentina. Makanya, Messi pun gantung sepatu dengan kepala tegak. Juga, Messi pensiun dengan tak mempunyai beban sebagaimana yang pernah dialaminya sebelumnya di mana sempat pensiun lantaran rentetan kegagalan bersama Argentina.

Dalam satu dekada terakhir semenjak kembali dari masa pensiun dini, Messi mampu menjadi pemimpin yang menghidupkan permainan Timnas Argentina. Messi kembali memberikan yang terbaik untuk Timnas Argentina. Pembuktian itu seperti menjawabi mimpi Messi. Dalam mana, Messi pernah menyatakan jika bisa dia lebih memilih menukarkan raihan trofi Ballon d'Or-nya dengan trofi Piala Dunia.

Harapan itu akhirnya tercapai. Messi menjadi aktor penting raihan trofi Piala Dunia 2026. Dalam turnamen tersebut dan bahkan pada Piala Dunia 2026, Messi menggerakkan energinya untuk kepentingan Argentina. Tak elak, Messi pun menyatakan jika dia akhirnya bisa pensiun dengan tenang.

Sumber: Kompasiana.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *