RUU SDI Fondasi Transformasi Digital Nasional
JAKARTA (5 Oktober): Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Tonny Tesar, menyatakan Fraksi NasDem menerima dan menyetujui hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang...

JAKARTA (5 Oktober): Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Tonny Tesar, menyatakan Fraksi NasDem menerima dan menyetujui hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia (RUU SDI) pada pembicaraan tingkat I untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Tonny berpandangan, RUU SDI sebagai instrumen penting dalam membangun tata kelola data nasional yang terintegrasi. Menurutnya, implementasi SDI harus berjalan selaras dengan konstitusi dan ideologi negara.
“Fraksi Partai NasDem DPR RI menyatakan menerima dan menyetujui hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia pada tahap pembicaraan tingkat I untuk dilanjutkan ke tahap pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk disetujui menjadi undang-undang,” ujar Tonny dalam Rapat Kerja Baleg di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Ia menilai RUU SDI juga memiliki keterkaitan dengan agenda transformasi digital nasional. SDI, kata Tonny, dapat menjadi infrastruktur lunak untuk mengonsolidasikan Pusat Data Nasional (PDN), pemanfaatan analitik mahadata atau big data, serta teknologi blockchain untuk menjamin keterlacakan data di dalam negeri.
“Fraksi Partai NasDem memandang RUU tentang Satu Data Indonesia, SDI, sebagai instrumen vital yang harus berjalan beriringan dengan konstitusi dan ideologi negara,” katanya.
Tonny menambahkan, RUU SDI juga dinilai selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan nasional.
Lebih jauh, Tonny menekankan pentingnya SDI sebagai perekat digital nasional yang mampu mengurangi ego sektoral antarlembaga. Integrasi data diperlukan agar perumusan kebijakan pemerintah semakin berbasis bukti dan tepat sasaran.
“SDI juga harus menjadi perekat digital nasional yang meruntuhkan ego sektoral, mendorong perumusan kebijakan berbasis bukti, serta memastikan validasi data kemiskinan agar program jaminan sosial dapat terdistribusi secara presisi kepada rakyat yang membutuhkan,” pungkasnya. (safa/*)
Sumber: Partai NasDem. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Dirikan Klub Sepak Bola Amputasi PERSAS, Khusnul Yakin Wisuda di Umsura dan Raih Beasiswa S2 Hukum
Perjalanan Khusnul Yakin menuju panggung wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) bukanlah perjalanan yang mudah. Terlahir sebagai penyandang disabilitas tunadaksa
Deteksi Dini TBC di Permukiman Lampung Masih Lemah
Upaya menemukan penderita tuberkulosis (TBC) sejak dini masih menjadi tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.
Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda
PSSI dikabarkan tak lagi prioritaskan pemain keturunan Belanda untuk Timnas Indonesia. Regulasi non-EU dan KNVB menjadi pertimbangan dalam perubahan arah.
Derby della Madonnina: AC Milan Hajar Inter 3-1, Pulisic dan Moreira Bersinar
EKSPOSKALTIM, Milan - AC Milan keluar sebagai pemenang dalam Derby della Madonnina pertama musim 2026/27 setelah menghajar Inter Milan 3-1 di Stadion ...
