Kurangi Ketergantungan Migas, Radiant Utama (RUIS) Pacu Portofolio Geotermal

Liputan6.com, Jakarta – PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) memperbesar porsi bisnis energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya sektor geotermal. Langkah diversifikasi ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan perseroan pada sektor minyak dan gas (migas).
Direktur sekaligus Chief Operations Officer (COO) Radiant Utama Interinsco Soeharto Nurcahyono menguraikan, kontribusi portofolio geotermal dan EBT perseroan saat ini masih berada di kisaran 5 persen. RUIS membidik kenaikan kontribusi sektor ini menjadi 7 hingga 8 persen pada 2027.
“Kami tetap melakukan diversifikasi, khususnya ke arah sektor energi dan energi terbarukan, lebih khususnya geotermal. Saat ini di sekitar 5 persen, kami akan berusaha tingkatkan ke 7-8 persen,” ujar Soeharto dalam gelaran Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).
Meski begitu, ia menegaskan realisasi target tersebut akan tetap disesuaikan dengan kapasitas internal perseroan. “Itu pun masih tergantung dengan kemampuan yang kami miliki, kompetensi resource, serta kemampuan bertahan,” tambahnya.
Penyesuaian Skema Pendanaan
Soeharto optimistis peluang bisnis geotermal akan terbuka lebih lebar pada 2027. Guna menyambut prospek tersebut, perseroan mulai menyiapkan kapabilitas sumber daya manusia dan menjalin koordinasi dengan mitra pendanaan.
Ia membeberkan bahwa strategi pembiayaan proyek EBT memiliki karakteristik yang berbeda ketimbang proyek migas konvensional.
“Struktur pendanaan kami hingga saat ini lebih didesain untuk sektor migas. Untuk sektor geotermal sendiri, tentu saja kami akan terus berdiskusi dengan para partner pendanaan karena strategi pendanaannya memang berbeda,” kata Soeharto.
Cari Sumber Pertumbuhan Baru
Kendati menggenjot EBT, manajemen menegaskan bahwa sektor migas masih menjadi pasar utama (core market) perseroan. Langkah merambah sektor geotermal, petrokimia, dan industri pendukung lainnya ditujukan untuk membuka keran pertumbuhan baru agar kinerja RUIS tidak ditopang oleh satu sektor tunggal.
“Kami perlu memperluas portofolio ke sektor geotermal, petrochemical, dan sektor industri lain yang menurut kami memiliki prospek perkembangan lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Artikel terkait
Berita terbaru
Dirikan Klub Sepak Bola Amputasi PERSAS, Khusnul Yakin Wisuda di Umsura dan Raih Beasiswa S2 Hukum
Perjalanan Khusnul Yakin menuju panggung wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) bukanlah perjalanan yang mudah. Terlahir sebagai penyandang disabilitas tunadaksa
Deteksi Dini TBC di Permukiman Lampung Masih Lemah
Upaya menemukan penderita tuberkulosis (TBC) sejak dini masih menjadi tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.
Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda
PSSI dikabarkan tak lagi prioritaskan pemain keturunan Belanda untuk Timnas Indonesia. Regulasi non-EU dan KNVB menjadi pertimbangan dalam perubahan arah.
Derby della Madonnina: AC Milan Hajar Inter 3-1, Pulisic dan Moreira Bersinar
EKSPOSKALTIM, Milan - AC Milan keluar sebagai pemenang dalam Derby della Madonnina pertama musim 2026/27 setelah menghajar Inter Milan 3-1 di Stadion ...
