Mengapa Italia vs Jerman Bisa Ukir Rekor Set Poin Terpanjang Dunia?

Jakarta, CNN Indonesia —
Sebuah rekor set poin terpanjang tercipta dalam laga uji coba Italia versus Jerman. Mengapa bisa tercipta rekor set poin terpanjang di voli?
Rekor itu tercipta di PalaCalafiore, Reggio Calabria, Rabu (26/8) malam waktu setempat. Set pertama duel ini berlangsung sangat ketat hingga akhirnya Jerman menang 66-64.
Skor tersebut menjadi satu set dengan skor tertinggi dan terpanjang dalam sejarah bola voli dunia. Kedua tim memainkan set pertama selama 1 jam 29 menit. Ini menjadi rekor dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga Italia versus Jerman ini mematahkan rekor Polandia versus Argentina yang tercipta pada Juni 2026. Saat itu, Polandia dan Argentina memainkan set dengan skor 50-48 di Gliwice, Polandia.
Terciptanya poin sangat besar begini, terdengar sangat tidak normal dibanding cabang olahraga lainnya. Biasanya, ada ketentuan khusus jika tercipta skor yang sangat-sangat ketat.
Dalam sepak bola misalnya, jika imbang dalam 90 menit, dilanjutkan dalam dua kali 15 menit, lantas adu penalti jika masih imbang. Setelah lima penendang masih imbang, diterapkan sudden death.
[Gambas:Video CNN]
Dari cabang olahraga bulutangkis, lain lagi. Dalam satu gim, jika terjadi kejar-kejaran poin sehingga tidak ada yang menang dengan selisih dua poin, ditetapkan batasan.
Pemain atau tim yang mencapai poin maksimal 30 lebih dulu, ia berhak atas gelar kemenangan gim tersebut. Tidak berlaku selisih dua poin jika sudah mencapai 30 poin.
Dilansir dari laman resmi federasi voli dunia (FIVB) aturan selisih dua poin tidak ditetapkan batasannya agar ada azas keadilan. Pemenang dalam voli harus tetap dengan selisih minimal dua poin.
(abs)
Artikel terkait
Berita terbaru
Dirikan Klub Sepak Bola Amputasi PERSAS, Khusnul Yakin Wisuda di Umsura dan Raih Beasiswa S2 Hukum
Perjalanan Khusnul Yakin menuju panggung wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) bukanlah perjalanan yang mudah. Terlahir sebagai penyandang disabilitas tunadaksa
Deteksi Dini TBC di Permukiman Lampung Masih Lemah
Upaya menemukan penderita tuberkulosis (TBC) sejak dini masih menjadi tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.
Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda
PSSI dikabarkan tak lagi prioritaskan pemain keturunan Belanda untuk Timnas Indonesia. Regulasi non-EU dan KNVB menjadi pertimbangan dalam perubahan arah.
Derby della Madonnina: AC Milan Hajar Inter 3-1, Pulisic dan Moreira Bersinar
EKSPOSKALTIM, Milan - AC Milan keluar sebagai pemenang dalam Derby della Madonnina pertama musim 2026/27 setelah menghajar Inter Milan 3-1 di Stadion ...
