Tuesday, 3 November 2026

Terkini
Lampung

Jembatan Enang-Enang Tetap Beroperasi, Kendaraan Besar Masih Dibatasi

Jembatan Enang-Enang Tetap Beroperasi, Kendaraan Besar Masih Dibatasi

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah memastikan Jembatan Enang-Enang di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tetap difungsikan secara terbatas sambil menjalani penguatan struktur. Langkah itu diambil sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang sebelumnya bergotong royong memperbaiki jembatan secara swadaya agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari tetap berjalan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah menyepakati tiga langkah utama untuk menangani akses transportasi di kawasan tersebut. Ketiganya meliputi pelebaran jalan alternatif melalui Simpang Werlah, pembangunan jembatan permanen baru, serta penguatan struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat digunakan selama masa transisi.

“Kita sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo. Ketiga, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya,” ujar Tito saat berkunjung ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026).

Menurut Tito, keputusan mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Jalur tersebut merupakan akses tercepat menuju pusat aktivitas warga. Jika harus memutar melalui jalan alternatif, masyarakat harus menempuh jarak yang lebih jauh dengan biaya transportasi yang lebih besar.

Meski demikian, pemerintah tetap mengutamakan aspek keselamatan. Untuk sementara, kendaraan bertonase besar belum diizinkan melintas hingga hasil kajian teknis terhadap kondisi jembatan rampung.

“Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kita tidak ingin terjadi kecelakaan,” kata Tito.

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *