Kalah Dramatis dari Turki, AS Petik Pelajaran Berharga Jelang Fase Gugur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim nasional Amerika Serikat (USMNT) menganggap kekalahan 2-3 dari Turki pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026 sebagai pelajaran penting menjelang babak gugur. Meski takluk di Stadion SoFi, California, Jumat (26/6/2026) pagi WIB, tuan rumah tetap melaju ke babak 32 besar dengan status juara grup.
Pelatih Mauricio Pochettino sengaja melakukan rotasi besar pada pertandingan tersebut. Empat pemain inti, yakni Tyler Adams, Folarin Balogun, Chris Richards, dan Antonee Robinson, diistirahatkan sejak menit awal karena telah mengoleksi kartu kuning. Keputusan itu diambil untuk menghindari risiko akumulasi menjelang fase gugur.
Selain menjaga kebugaran pemain inti, rotasi juga dimanfaatkan untuk menguji kedalaman skuad. Pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas seperti Turki dinilai akan menjadi bekal penting jika para pemain pelapis kembali dibutuhkan pada pertandingan berikutnya.
“Jika Amerika Serikat ingin melangkah jauh di turnamen ini, kedalaman skuad akan menjadi faktor penting,” demikian penilaian yang dikutip dari ESPN.
Amerika Serikat hanya mempertahankan Weston McKennie dan Ricardo Pepi dalam susunan pemain utama. Sementara Turki juga melakukan rotasi dengan tujuh perubahan, meski tetap mengandalkan dua bintang mudanya, Arda Güler dan Kenan Yildiz.
USMNT mengawali pertandingan dengan sempurna. Baru dua menit laga berjalan, sundulan Auston Trusty yang memanfaatkan sepak pojok Sebastian Berhalter membawa tuan rumah unggul lebih dulu.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan delapan menit. Turki bangkit melalui gol Arda Guler sebelum Orkun Kokcu membalikkan keadaan pada menit ke-31. Dua gol itu memperlihatkan masih rapuhnya koordinasi lini belakang Amerika Serikat yang beberapa kali gagal mengantisipasi pergerakan lawan di area pertahanan.
Selepas turun minum, permainan tim tuan rumah berubah lebih agresif. Sebastian Berhalter menebus penampilan kurang meyakinkannya di babak pertama dengan mencetak gol penyeimbang lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-49.
Masuknya Christian Pulisic pada menit ke-58 semakin menghidupkan permainan Amerika Serikat. Sang kapten, yang baru kembali bermain setelah ditarik keluar saat menghadapi Paraguay, menghadirkan kreativitas dalam serangan dan hampir mencetak gol andai tendangannya tidak membentur tiang gawang.
Meski mampu bangkit, Amerika Serikat masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Organisasi pertahanan belum tampil solid, sementara penjaga gawang Matt Turner beberapa kali gagal memberikan rasa aman, termasuk pada proses lahirnya gol penentu kemenangan Turki.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Kaan Ayhan muncul sebagai pahlawan Turki lewat gol pada menit kedelapan injury time. Gol tersebut memastikan kemenangan The Crescent-Stars sekaligus mengakhiri catatan kemenangan beruntun Amerika Serikat di fase grup.
Kendati menelan kekalahan, hasil ini diperkirakan tidak akan mengubah rencana Pochettino menghadapi babak 32 besar. Sejumlah pemain inti dipastikan kembali tersedia setelah ancaman akumulasi kartu berakhir, sementara beberapa pemain yang sebelumnya mengalami cedera juga semakin mendekati kondisi terbaik.
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
