Tips ke Laguna Pantai Wediombo di Gunungkidul agar Tidak Kecele

YOGYAKARTA,KOMPAS.com – Berkunjung ke Pantai Wediombo, Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ingin bermain di Lagunanya lebih baik memperhatikan informasi dari tim SAR yang ada di lokasi.
Hal ini untuk mencegah hal tidak diinginkan. Selain itu bila kondisi berbahaya, pengunjung akan dilarang main air ke Laguna Wediombo.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, berkunjung ke pantai Wediombo, banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Laguna atau kolam alami.
“Untuk minggu ini, siang sampai sore aman untuk ke Laguna,” kata Sunu saat dihubungi melalui telepon, Minggu (21/6/2026).
Baca juga: Harga Tiket hingga Fasilitas di Pantai Wediombo Gunungkidul, Buka 24 Jam dan Ada WiFi Gratis
Dia mengatakan untuk berkunjung ke kolam alami tergantung gelombang dan cuaca yang terjadi. Jadi pengunjung harus berkonsultasi dengan tim SAR yang ada di sekitar lokasi.
Kompas.com sempat berkunjung ke sana pada 21 Juni 2026. Saat itu sekitar pukul 09.00 WIB kondisi cuaca bagus. Angin tidak terlalu kencang dan ombak tidak terlalu tinggi.
Mengamati kalender bulan (Jawa atau Hijriah), saat saya berkunjung bertepatan dengan tanggal 6 Suro atau 7 Hijriah.
Jangan berdiri di bebatuan sekitar laguna yang basah
Sunu mengatakan, jangan bermain air di sekitar bebatuan yang ada di tengah pantai jika terlihat basah. Sebab, jika basah gelombang dipastikan melewati batuan tersebut dan berbahaya.
“Aman berkunjung ke kolam alami Pantai Wediombo, asal melihat situasi dan kondisi cuaca dan gelombang,” kata Sunu.
Baca juga: Menikmati Keindahan Pantai Wediombo dan Pantai Greweng di Gunungkidul
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan kawasan Pantai Wediombo salah satu destinasi yang banyak dikunjungi di Gunungkidul.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kompas.com Saat Mengambang di Laguna Wediombo (21/6/2026).
“Banyak peminat destinasi pesisir Wediombo karakteristik berbeda di sana. Selain itu di sana merupakan situs geologi yang gunung Batur,” kata Hary.
“Banyak dikunjungi di Wediombo merupakan Lagunanya,” ucap dia.
Baca juga: 5 Tempat Nikmati Sunset di Gunungkidul, Ada Pantai Wediombo
Hary mengatakan, berkunjung ke kawasan Wediombo cukup membayar Rp 8000 juga bisa mengunjungi kawasan Pantai lain seperti Watu Lumbung, hingga Jungwok
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
