Wall Street Anjlok, Saham Chip Rontok Setelah Data Tenaga Kerja AS Kuat

KOMPAS.com- Bursa saham Amerika Serikat atau AS anjlok pada perdagangan Jumat (5/6/2026) waktu setempat. Tekanan utama datang dari aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor.
Indeks Nasdaq Composite, yang banyak berisi saham teknologi, turun 4,18 persen ke level 25.709,43. Penurunan tersebut menjadi koreksi harian terbesar Nasdaq sejak gejolak tarif pada April 2025.
Indeks S&P 500 melemah 2,64 persen ke level 7.383,74.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 695,15 poin atau 1,35 persen ke level 50.866,78. Padahal, indeks Dow Jones sempat ditutup pada rekor tertinggi pada Kamis.
Tekanan jual pada saham chip sudah terlihat sejak Kamis (4/6/2026). Namun, pelemahan pada Jumat berlangsung jauh lebih tajam.
Baca juga: Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Cetak Rekor Baru Saat Saham AI Berguguran
Penyebab utama penurunan saham chip sepanjang pekan ini belum sepenuhnya jelas.
Sebagian tekanan muncul setelah Broadcom tidak menaikkan prospek bisnis chip kecerdasan buatan atau artificial intelligence, AI, pada Rabu malam.
Kekecewaan itu membuat saham semikonduktor kehilangan momentum pada Kamis. Tekanan kemudian membesar pada Jumat.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah rilis data tenaga kerja Mei yang jauh lebih kuat dari perkiraan juga ikut menekan pasar.
Indeks S&P 500 turun lebih dari 2 persen sepanjang pekan ini.
Penurunan tersebut menjadi pekan negatif pertama bagi S&P 500 dalam 10 pekan terakhir. Nasdaq Composite anjlok 4,7 persen dalam sepekan setelah tekanan pada Jumat. Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan juga melemah tipis dalam sepekan.
Baca juga: Wall Street Jatuh dari Rekor Tertinggi, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Saham chip rontok
Exchange traded fund atau ETF iShares Semiconductor turun 10 persen. Penurunan tersebut menjadi kinerja harian terburuk ETF itu sejak Maret 2020.
Saham Broadcom turun hampir 8 persen pada Jumat. Sebelumnya, saham Broadcom sudah anjlok lebih dari 12 persen pada Kamis.
Saham Marvell Technology turun lebih dari 16 persen. Saham Intel dan Advanced Micro Devices masing-masing melemah sekitar 11 persen.
Micron Technology, produsen chip memori yang belakangan menjadi salah satu penggerak pasar bullish, turun 13 persen. Saham tersebut juga sudah anjlok 8 persen pada Kamis.
“Investor seperti sedang menunggu kesempatan untuk menjual,” kata Kepala Strategi Pasar Nationwide Mark Hackett.
“Bukan berarti harus keluar. Tetapi jika Anda memiliki beberapa saham semikonduktor ini selama dua bulan terakhir, Anda sangat tidak sesuai dengan tujuan posisi jangka panjang Anda. Anda perlu mengambil keuntungan pada titik tertentu,” lanjut dia.
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
