5 Gejala Kanker yang Kerap Dianggap Penyakit Biasa

CNN Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 14:15 WIB

ilustrasi demam
Ilustrasi. Waspada, demam berkepanjangan bisa jadi gejala penyakit kanker. (Istockphoto/ vadimguzhva)

Daftar Isi



  • Gejala awal kanker yang sering dianggap sepele

    • 1. Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas
    • 2. Tubuh terus-menerus terasa lelah
    • 3. Demam yang datang berulang
    • 4. Nyeri yang tidak kunjung hilang
    • 5. Perubahan pada kulit

Jakarta, CNN Indonesia

Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker menempati posisi kedua penyebab kematian terbanyak setelah penyakit jantung.

Yang sering jadi masalah, gejala awal kanker kerap samar dan mirip keluhan sehari-hari. Banyak orang menganggapnya hanya kelelahan biasa, flu, atau efek kurang istirahat. Padahal, tubuh sebenarnya bisa memberi “sinyal” bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Kanker sendiri merupakan kondisi ketika sel abnormal tumbuh tidak terkendali dan menyerang jaringan di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, sel kanker juga dapat menyebar ke organ lain atau disebut metastasis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski setiap jenis kanker memiliki gejala khas yang berbeda, ada beberapa tanda awal yang umum muncul pada berbagai jenis kanker. Gejala-gejala ini penting dikenali sejak dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Gejala awal kanker yang sering dianggap sepele

1. Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas

Turunnya angka timbangan sering dianggap kabar baik, terutama bagi mereka yang sedang menjalani diet. Namun, penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa perubahan pola makan atau olahraga patut diwaspadai.

Kehilangan berat badan tanpa alasan jelas bisa menjadi salah satu tanda awal kanker. Kondisi ini terjadi karena sel kanker menggunakan banyak energi dan nutrisi tubuh untuk tumbuh dan berkembang.

Jika berat badan turun drastis dalam waktu singkat tanpa penyebab yang pasti, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.

2. Tubuh terus-menerus terasa lelah

Melansir Johns Hopkins Medicine, rasa lelah setelah beraktivitas seharian memang normal. Namun, kelelahan akibat kanker berbeda. Tubuh terasa sangat lemas, tidak bertenaga, dan tidak membaik meski sudah beristirahat cukup.

Kelelahan ekstrem ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak nutrisi dan energi akibat pertumbuhan sel kanker. Pada beberapa orang, kondisi ini bahkan membuat aktivitas sehari-hari terasa sangat berat.

Jika rasa lelah muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan anggap sepele.

3. Demam yang datang berulang

Demam identik dengan flu atau infeksi ringan. Biasanya, kondisi ini akan membaik dalam beberapa hari. Namun, demam yang muncul berulang tanpa penyebab jelas juga bisa menjadi tanda adanya masalah serius dalam tubuh, termasuk kanker.

Ada beberapa ciri demam yang perlu diwaspadai, seperti:

• sering muncul pada malam hari,

• tidak disertai gejala infeksi lain,

• disertai keringat berlebih saat malam.

Demam berulang bisa menjadi tanda tubuh sedang melawan sesuatu yang tidak normal, termasuk pertumbuhan sel kanker.

4. Nyeri yang tidak kunjung hilang

Nyeri memang bisa muncul karena banyak hal, mulai dari cedera ringan hingga kelelahan otot. Namun, rasa nyeri yang menetap dalam waktu lama tanpa penyebab jelas perlu mendapat perhatian.

Pada kanker, nyeri dapat muncul karena tumor menekan jaringan atau saraf di sekitarnya. Selain itu, zat kimia yang dilepaskan sel kanker juga dapat memicu rasa sakit pada tubuh.

Lokasi nyeri biasanya bergantung pada jenis kanker yang dialami. Karena itu, jangan abaikan nyeri yang terus muncul dan sulit dijelaskan penyebabnya.

5. Perubahan pada kulit

Kulit sering disebut sebagai ‘jendela’ kondisi kesehatan tubuh. Perubahan tertentu pada kulit bisa menjadi tanda adanya penyakit serius, termasuk kanker.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kulit atau mata yang tampak menguning. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan hati, infeksi, atau kanker tertentu.

Selain itu, perhatikan juga perubahan pada tahi lalat. Tahi lalat yang bentuknya tidak simetris, tepinya bergerigi, warnanya makin gelap, atau ukurannya membesar perlu segera diperiksa.

Pada kanker kulit, perubahan kecil yang tampak sepele sering kali menjadi tanda awal yang paling mudah dikenali.

Gejala kanker memang sering menyerupai penyakit ringan sehari-hari. Namun, yang perlu diperhatikan adalah durasi, frekuensi, dan perubahan yang terjadi pada tubuh.

Jika mengalami beberapa gejala di atas secara terus-menerus tanpa penyebab jelas, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah kanker berkembang lebih parah.

(tis/tis)


Add

as a preferred
source on Google



Read More

Baca Juga