REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Jamaah haji dari berbagai negara di dunia tak lama lagi akan melaksanakan wukuf di padang Arafah yang bertepatan pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau Selasa(26/5/2026). Wukuf dikenal sebagai puncak ibadah haji dimana jamaah memanjatkan doa sejak siang hingga senja. Menjelang wukuf, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menitip pesan kepada seluruh jamaah haji Indonesia agar mendoakan negara dan bangsa.
“Jelang wukuf di Arafah, saya titip kepada seluruh jamaah haji Indonesia selain berdoa untuk dirinya, keluarga dan sanak saudaranya, juga tolong doakan negara dan bangsa Indonesia, mudah-mudahan tetap aman sentosa, rakyatnya sejahteran dan pemimpin-pemimpin yang adil serta beriman kepad Tuhan Yang Maha Esa,” kata Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhammad Cholil Nafis yang juga menjadi Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kepada Republika, Selasa (26/5/2026)
Melalui pesan singkat tersebut, Kiai Cholil mengajak jamaah haji Indonesia untuk mendoakan negara dan bangsa Indonesia agar rakyatnya sejahtera dan pemimpin-pemimpinnya adil serta beriman kepada Allah SWT.
Sebelumnya, Musyrif Diny lainnya, Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengingatkan jamaah haji Indonesia agar mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah. Menurut Ketua MUI Bidang Fatwa ini, momentum wukuf merupakan fase paling krusial dalam ibadah haji yang harus diisi dengan ibadah, doa, zikir, dan muhasabah secara total kepada Allah SWT.
Selain kesiapan spiritual, Kiai Niam juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik agar jamaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan khusyuk dan aman.
“Wukuf di Arafah adalah rukun utama dalam ibadah haji. Tanpa kehadiran fisik di Arafah pada tanggal tersebut, ibadah haji tidak sah. Karena itu, perlu kesiapan fisik dan mental yang matang,” kata Kiai Niam dari Makkah kepada Republika, Selasa (26/5/2026).