KPK Usut Pemberian Fasilitas Kendaraan ke Pejabat Bea Cukai Terkait Kasus Importasi Barang

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut pemberian fasilitas kendaraan ke pejabat Ditjen Bea dan Cukai berkaitan dengan kasus dugaan korupsi importasi barang.
Materi tersebut didalami KPK saat memeriksa saksi yaitu, pengusaha bernama Ign Denny Narendra pada Senin (25/5/2026).
“Pemeriksaan hari ini penyidik mendalami kepada salah satu saksi dari pihak pengusaha importir (Denny Narendra) berkaitan dengan pemberian fasilitas kendaraan kepada pihak-pihak di Ditjen Bea dan Cukai,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin.
Baca juga: Kata Purbaya soal Nasib Dirjen Bea Cukai yang Namanya Disebut di Sidang Korupsi
Budi mengatakan, penyidik masih mendalami alasan pihak importir menyediakan fasilitas kendaraan untuk pejabat Ditjen Bea Cukai yang kini sudah berstatus tersangka tersebut.
Dia mengatakan, tindakan tersebut erat kaitannya dengan modus gratifikasi.
“Bisa masuk unsur Pasal 12B gitu ya. Nanti kita akan lihat seperti apa,” ujarnya.
Baca juga: KPK Panggil 3 PNS Ditjen Bea Cukai Semarang Jadi Saksi Kasus Importasi Barang
Sebelumnya, KPK memanggil tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Bea Cukai Semarang sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai pada Senin (25/5/2026).
Ketiga saksi adalah Khanan, Budi Winanto, dan Sutopo.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Senin.
Selain tiga PNS, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya dari kalangan wiraswasta yaitu Ign Denny Narendra, Danang, dan Aditya Rahman Rony Putra.
Tersangka Kasus Importasi
KPK awalnya menetapkan enam tersangka dalam perkara ini yaitu Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea Cukai (P2 DJBC) periode 2024-2026, Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono, dan Kasi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan pada Kamis (5/2/2026).
Selanjutnya ada Pemilik PT Blueray John Field; Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray, Andri; dan Manager Operasional PT Blueray, Dedy Kurniawan.
Terbaru, KPK menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka pada Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Purbaya Sebut Nasib Dirjen Bea Cukai Ditentukan Pekan Depan: Saya Ikuti Perintah Presiden
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, John Field ingin barang-barang KW atau palsu yang diimpor perusahaannya PT Blueray tidak diperiksa saat masuk ke Indonesia.
“PT BR ini ingin supaya barang-barang yang di bawah naungannya, yang masuk dari luar negeri itu tidak dilakukan pengecekan. Jadi bisa dengan mudah, dengan lancar melewati pemeriksaan di pihak Bea Cukai,” kata Asep dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026) malam.
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari
artikel KOMPAS.com.
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
