Mojtaba Khamenei Bersikeras Larang Uranium Iran Dibawa ke Luar Negeri

Jakarta, CNN Indonesia

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei disebut bersikeras melarang uranium dibawa ke luar negeri atau pihak ketiga sesuai usulan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Dua sumber senior Iran mengonfirmasi permintaan itu dan mengatakan sedang diupayakan mediator.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, adalah bahwa uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” kata salah satu dari dua sumber kepada Reuters, Kamis (21/5).

Para pejabat tinggi, lanjut mereka, meyakini pengiriman uranium ke luar negeri akan membuat Iran lebih rentan terhadap serangan AS-Israel di masa depan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan tak akan mengizinkan Iran menyimpan uranium yang sudah diperkaya.

“Kami akan mendapatkannya. Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya. Kami mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya. Kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” kata Trump kepada jurnalis di Gedung Putih pada Kamis.

Banner Microsite Haji 2026

Sejak di periode pertama, Trump berambisi menghancurkan nuklir Iran. Dia bahkan menjadikan alasan ini untuk menggempur habis-habisan negara tersebut pada 28 Februari.

Nuklir dan Uranium Iran juga jadi perdebatan alot selama kedua negara mengupayakan negosiasi.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memprediksi uranium Iran sudah diperkaya hingga 60 persen, nyaris mencapai tingkat produksi senjata nuklir di 90 persen.

Di luar itu, para pejabat Israel juga mengatakan Trump sudah meyakinkan Tel Aviv akan mengirim uranium Iran yang diperkaya tinggi ke luar negeri.

Iran sejak awal menolak rencana tersebut dan hanya bersedia mengurangi tingkat pengayaan uranium.

Menanggapi laporan ini, Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan Trump sudah menegaskan berkali-kali kepentingan AS dalam negosiasi dengan Iran.

“[Presiden] sudah menjelaskan dengan jelas batasan-batasan Amerika Serikat dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika,” kata Wales.

(isa/bac)


Add

as a preferred
source on Google



Read More

Baca Juga