Jamaah haji Indonesia memadati area mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (6/6/2025). Setelah mabit di Muzdalifah, jamaah haji melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melempar jumrah Aqabah.

Oleh: Fernan Rahadi, jurnalis Republika.co.id, langsung dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH – Ratusan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah menggelar rapat konsolidasi sebagai antisipasi operasional haji di Makkah khususnya persiapan menjelang pelaksanaan puncak haji atau yang biasa disebut Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).
PPIH Daker Madinah sendiri akan menjadi satuan tugas yang akan ditempatkan di Mina pada Armuzna mendatang.
Koordinator Wilayah I Daker Madinah, Andik Setiawan, mengatakan petugas Daker Madinah nanti diharapkan mengecek maktab (pemondokan) dan jumlah kasur di Mina.
“Kita berharap petugas untuk menghitung kasur jamah, sehingga tidak ada satu pun jamaah yang tidak mendapatkan tempat tidur saat di Mina, termasuk di Muzdalifah maupun di Arafah, sehingga setiap jamaah mendapatkan satu orang itu satu tempat tidur,” kata Andik kepada wartawan Media Center Haji (MCH) usai rapat konsolidasi, Kamis (14/5/2026) malam.
Andik mengatakan, tantangan di Mina nanti adalah para jamaah kerap kehilangan arah saat keluar dari maktab masing-masing mengingat seluruh maktab bentuknya sama. Oleh karena itu, para petugas diharapkan membantu menunjukkan jalan bagi para jamaah tersebut.
Dia pun mengapresiasi jalannya proses operasional haji gelombang 1 baik kedatangan ke Madinah maupun pendorongan ke Makkah. Ia pun berharap pada gelombang 2 nanti operasional bisa berjalan dengan lancar pula.
“Harapannya bisa mempertahankan yang ada saat ini. Baik jamaah maupun petugas diimbau berperilaku bagus dan jaga sopan santun selama berada di tanah suci,” kata Andik yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Menteri Haji dan Umrah RI tersebut.