
Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza, Ahad (3/5/2026). Sekitar 470 anak perempuan Palestina berkumpul di Pusat Hafalan Alquran Al-Nour, memulai lagi rutinitas menghafal Alquran yang sempat terhenti akibat konflik. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. Para santriwati duduk berkelompok, dipandu seorang pengajar, melafalkan ayat demi ayat. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Bagi para penghafal Alquran di Gaza, belajar bukan hanya tentang mengejar target hafalan. Ini adalah bentuk keteguhan hati. Setiap ayat yang diingat menjadi penguat, setiap pertemuan menjadi pengingat bahwa kehidupan masih berjalan. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz memeluk Alquran di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. Menghafal Alquran menjadi cara untuk menenangkan diri, menjaga harapan, dan menemukan kekuatan di tengah ketidakpastian. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. Di tempat itu ratusan gadis dan perempuan muda Gaza menempa ilmu menghafal Alquran. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. Para santriwati duduk berkelompok, dipandu seorang pengajar, melafalkan ayat demi ayat. Metode ini dikenal sebagai halaqah, di mana pembelajaran dilakukan bersama untuk saling menguatkan hafalan sekaligus memperdalam makna. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza, Ahad (3/5/2026). (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat para santriwati tahfidz tetap menyala. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz belajar di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. Bagi para penghafal Alquran di Gaza, belajar bukan hanya tentang mengejar target hafalan. Ini adalah bentuk keteguhan hati. Setiap ayat yang diingat menjadi penguat, setiap pertemuan menjadi pengingat bahwa kehidupan masih berjalan. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)

Santriwati tahfiz berada di Pusat Penghafalan Alquran Al-Nour di kota Khan Yunis, Jalur Gaza, Ahad (3/5/2026). (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Lantunan ayat suci Alquran terdengar di sebuah ruang sederhana di Khan Younis, Gaza. Sekitar 470 anak perempuan Palestina berkumpul di Pusat Hafalan Alquran Al-Nour, memulai lagi rutinitas yang sempat terhenti akibat konflik.
Para santriwati duduk berkelompok, dipandu seorang pengajar, melafalkan ayat demi ayat. Metode ini dikenal sebagai halaqah, di mana pembelajaran dilakukan bersama untuk saling menguatkan hafalan sekaligus memperdalam makna. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat mereka tetap menyala.
Bagi para penghafal Alquran di Gaza, belajar bukan hanya tentang mengejar target hafalan. Ini adalah bentuk keteguhan hati. Setiap ayat yang diingat menjadi penguat, setiap pertemuan menjadi pengingat bahwa kehidupan masih berjalan. Menghafal Alquran juga menjadi cara untuk menenangkan diri, menjaga harapan, dan menemukan kekuatan di tengah ketidakpastian.
sumber : EPA