Kronologi Lengkap Menantu Bunuh dan Rampok Ibu Mertua Lansia di Pekanbaru, Cium Tangan Pura-pura Bertamu

PEKANBARU, KOMPAS.com – Polisi telah menangkap empat orang pelaku kasus pembunuhan dan perampokan nenek Dumaris (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Empat orang pelaku terdiri dari dua laki-laki berinisial SL (34) dan EW (39), sedangkan dua perempuan berinisial AFT (21) dan L (22).

AFT sendiri merupakan otak pelaku, yang merupakan menantu korban.

Berikut kronologi pelaku menghabisi nyawa korban dan menguras harta korban.

AFT telah menikah siri dengan SL sehingga ia mengajak suaminya itu untuk membunuh dan merampok korban.

Mereka membawa dua teman untuk membantu, yakni EW dan L.

Pada Sabtu (25/4/2026), mereka merental mobil Xenia dari Medan untuk berangkat ke Pekanbaru.

“Niat awalnya mereka ingin merampok, tetapi berubah pikiran untuk membunuh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).

Sesampainya di Pekanbaru, Minggu (26/4/2026), pelaku menginap satu hari di salah satu hotel di Jalan Riau.

Setelah itu, mereka pergi melakukan survei ke rumah korban di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Setelah survei, para pelaku memantau situasi dengan menginap di SPBU Jalan Pramuka, yang tidak jauh dari rumah korban.

Pada Rabu (29/4/2026), mereka pindah ke Masjid Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memantau situasi lebih dekat.

Baca juga: Peran 4 Pelaku yang Bunuh dan Rampok Wanita Lansia di Pekanbaru, Menantu Jadi Dalang

“Karena kehabisan biaya, mereka ingin menghabisi korban dan seluruh keluarganya. Namun, ada beberapa pertimbangan sehingga AFT menghubungi Arnold (suaminya) untuk bertemu,” ucap Hasyim.

Para pelaku bertemu dengan Arnold di salah satunya ruko di Jalan Jenderal Sudirman.

Suaminya yang berkebutuhan khusus itu datang dengan mengendarai sepeda motor.

Para pelaku mencari informasi dari Arnold siapa saja yang ada di rumah korban.

Ia pun memberi tahu bahwa di rumah hanya ada ibunya sendiri.

Sementara suami korban, Salmon Meha, pergi membayar pajak dan satu anak perempuannya pergi bekerja.

Read More

Baca Juga