Kendaraan militer Israel bermanuver di sisi perbatasan Lebanon, terlihat dari Galilea Atas di Israel utara, 29 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran menyampaikan proposal 14 poin yang menetapkan syarat-syarat untuk mengakhiri perang. Salah satu poinnya adalah penghentian pertikaian di semua front di Timur Tengah.
Proposal Iran dilaporkan mencakup tuntutan jaminan tak adanya aksi militer di masa depan, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran, pencabutan blokade maritim, pencairan aset Iran, dan pembayaran kompensasi. Perjanjian ini juga menyerukan diakhirinya permusuhan di semua lini, termasuk Lebanon, serta pembentukan kerangka kerja baru untuk mengelola Selat Hormuz.
Dalam kunjungan ke Republika pekan lalu, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa Gaza masuk dalam payung penghentian serangan menyeluruh tersebut.
Menurut Kantor Berita Fars Iran, hal ini seiring dengan berlanjutnya perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat melalui Pakistan, yang terus bertindak sebagai mediator. Laporan tersebut, yang mengutip sumber-sumber informasi, mengatakan pertukaran pesan antara Teheran dan Washington telah dilakukan melalui Islamabad, meskipun Iran masih tidak mempercayai AS.
Menurut Fars, saluran diplomatik diaktifkan setelah prosedur pengambilan keputusan internal dan persetujuan dari otoritas Iran terkait. Badan tersebut mengatakan usulan Teheran menyajikan “peta jalan yang jelas” untuk mengakhiri “perang yang dipaksakan” dan menegaskan “garis merah” Iran dalam kerangka perjanjian potensial.
Media itu menambahkan bahwa dokumen Iran adalah tanggapan terhadap usulan sembilan poin AS. Keputusan Iran untuk melanjutkan keterlibatan melalui Pakistan menandakan tekad dan kepercayaan diri Teheran dalam mengejar kepentingan nasionalnya meskipun ada ketegangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat, menurut laporan tersebut.
Kantor Berita Tasnim juga melaporkan, dengan mengutip sumber-sumber informasi, bahwa Iran telah menyampaikan tanggapan melalui mediasi Pakistan terhadap sembilan poin proposal AS, dan jawaban Teheran terutama berfokus pada upaya untuk mengakhiri perang sepenuhnya.
Menurut sumber tersebut, usulan Washington menguraikan gencatan senjata selama dua bulan, sementara Iran berpendapat bahwa semua masalah utama harus diselesaikan dalam waktu 30 hari, dan menekankan pentingnya mengupayakan penyelesaian komprehensif daripada memperpanjang gencatan senjata sementara.
Iran dikabarkan sedang menunggu tanggapan resmi dari Amerika Serikat terkait usulan tersebut.