Manajer Jakarta Pertamina Beri Jaminan soal Kondisi Kondisi Megawati Hangestri

KOMPAS.com – Bintang voli putri andalan Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri Pertiwi, akhirnya angkat bicara mengenai masalah cedera lutut yang membayanginya.
Kebugaran sang pemain menjadi sorotan di tengah jadwal padat yang ia jalani, terutama saat berjuang di fase krusial pentas Proliga 2026.
Gangguan pada lutut tersebut ditengarai sebagai dampak dari intensitas pertandingan yang teramat tinggi sejak ia membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada fase playoff dan final Liga Voli Korea musim lalu.
ini, bersama Jakarta Pertamina Enduro, atlet yang akrab disapa Megatron itu terus berusaha mengembalikan performa optimalnya di lapangan meski tenaganya terus terkuras habis.
Sejak musim 2023-2024, agenda atlet asal Jember, Jawa Timur tersebut nyaris tanpa jeda.
Baca juga: Enduro Potensial ke Grand Final ProLiga, Megawati Punya Catatan
Di Korea Selatan, ia harus melakoni delapan pertandingan dengan rata-rata waktu istirahat hanya satu hari.
Sepulangnya ke tanah air dengan membawa riwayat cedera, Megawati langsung dihadapkan pada rentetan kompetisi elit.
Ia tercatat tampil di berbagai ajang domestik hingga internasional, mulai dari Proliga musim lalu, Livoli Divisi Utama, Piala Kapolri, Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA V League, SEA Games, hingga sempat merumput dalam turnamen pramusim di Turki.
Rangkaian agenda tersebut diyakini memengaruhi kebugarannya saat ini, yang terlihat dari lompatannya yang belum kembali seratus persen prima.
Di tengah rumor ketertarikan media Korea yang menyebutnya akan kembali berkarier di Negeri Ginseng, Megawati memberikan respons singkat terkait proses penyembuhan fisiknya saat ini.
“Iya efek dari tahun lalu, terus lagi proses (pemulihan) aja sih. Doain aja yang terbaik,” kata Megawati dikutip dari BolaSport.
Jaminan Penanganan Medis dari Manajemen
Baca juga: Debut Manis Kara Bajema, Bawa Jakarta Electric Menang atas Megawati dkk
Menyikapi situasi yang dialami sang pemain, Manajer Tim, Widi Triyoso, menegaskan bahwa pihak klub menempatkan kesehatan seluruh amunisinya sebagai prioritas mutlak.
Ia menekankan bahwa perawatan tidak hanya difokuskan pada Megawati, tetapi juga pemain asing seperti Wilma Salas yang sempat tumbang akibat diare jelang laga kontra Jakarta Electric PLN.
“Kami punya kekuatan di tim itu ada triangle yaitu Irina Voronkova, kemudian Wilma Salas sama Megawati. Tiga ini harus dalam kondisi fit semua,” kata Widi.
Terkait penurunan kondisi fisik beberapa pilarnya, Widi juga tak segan membeberkan dinamika yang terjadi di balik layar.
Artikel terkait
Berita terbaru
Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Toha Ajak Santri Bangun Muba Lebih Cepat
KATANDA.ID, Muba – Di tengah ribuan santri yang menunduk khusyuk di Pendopoan Griya Bumi Serasan […]
Pesan Mengharukan Jadi Akhir Kisah Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, Begini Pernyataan Lengkapnya
Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Portugal. Megabintang berusia 41 tahun itu memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setela
Federasi Sepak Bola Mesir memutuskan untuk memecat Hossam Hassan
Hari-hari Hossam Hassan di kursi kepelatihan timnas Mesir kini tinggal menghitung hari, setelah sebuah laporan media mengungkap bahwa para pejabat federasi sepak bola telah...
ALSA Unhas Gelar Kompetisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional, Diikuti 355 Peserta
MataKita.co, Makassar – Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Hasanuddin (ALSA LC Unhas) kembali menggelar ALSA English Competition (AECO) 2026 setelah terakhir kali...
