Mengapa Kera Dipilih Sebagai Kutukan Allah SWT Atas Yahudi? Ini Rahasianya Menurut Pakar Tafsir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kisah tentang Bani Israil yang dikutuk menjadi kera merupakan salah satu narasi Alquran yang kerap memantik pertanyaan.
Dalam surah Al-Baqarah, Allah SWT berfirman tentang mereka yang melanggar ketentuan Sabtu, lalu dijatuhi hukuman menjadi “kera yang hina terkutuk”. Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـِٕيْنَ. فَجَعَلْنٰهَا نَكَالًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, ‘Jadilah kamu kera yang hina!’. Maka, Kami jadikan (yang demikian) itu sebagai peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]:65-66)
Ulama tafsir Indonesia, M Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul M Quraish Shihab Menjawab”, memberikan penjelasan mendalam terkait ayat ini.
Dia menekankan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks pelanggaran yang dilakukan secara sengaja dan penuh rekayasa.
Hari Sabtu, dalam syariat Bani Israil, ditetapkan sebagai hari ibadah yang harus bebas dari aktivitas duniawi, termasuk mencari ikan.
Namun, sebagian dari mereka justru menyiasati larangan itu dengan cara licik. Mereka membuat kolam atau bendungan untuk menjebak ikan pada hari Sabtu, lalu menangkapnya pada hari berikutnya.
Menurut sebagian mufasir, kata Quraish Shihab, peristiwa ini terjadi di wilayah Aylah, Palestina. Secara lahiriah, mereka tampak tidak melanggar aturan karena tidak menangkap ikan di hari Sabtu. Namun secara substansi, mereka jelas mengakali hukum Allah SWT.
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
