Percakapan Rahasia Epstein dan Pewaris Rothschild, ini Isinya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di balik citra sebagai miliarder eksentrik, Jeffrey Epstein adalah monster yang menyembunyikan kejahatan mengerikan: jaringan perdagangan seks anak di bawah umur yang menjerat ratusan korban remaja perempuan.
Dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS, dirilis pekan lalu, mengungkap lapisan baru dari kehidupan gelapnya, bukan hanya sebagai predator seksual, tapi juga sebagai figur yang terlibat dalam diskusi bisnis oportunis di tengah gejolak geopolitik. Salah satunya adalah pertukaran email Maret 2014 dengan Ariane de Rothschild, CEO Edmond de Rothschild Group, di mana Epstein melihat “gejolak di Ukraina” sebagai lahan subur untuk “banyak peluang” bisnis.
Email tersebut muncul pasca-peristiwa Maidan 2014, yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai revolusi rakyat melawan korupsi, sementara pihak lain, termasuk narasi Rusia, melabelinya sebagai kudeta yang didukung Barat.
De Rothschild menyatakan keinginannya membahas Ukraina dalam pertemuan mendatang, dan Epstein membalas dengan nada optimis: “gejolak di Ukraina seharusnya memberikan banyak peluang, banyak.” Ini bukan sekadar obrolan santai; dokumen menunjukkan hubungan bisnis mendalam antara keduanya, termasuk kontrak senilai $25 juta (Rp334,7 miliar) pada 2015 untuk analisis risiko dan algoritma bagi bank Swiss tersebut.
Hubungan ini semakin rumit ketika Epstein memperkenalkan de Rothschild, yang menikah dengan keluarga perbankan Swiss pada 1999, kepada Kathryn Ruemmler, mitra Goldman Sachs dan mantan penasihat Gedung Putih era Obama.
Firma Ruemmler kemudian dipekerjakan untuk konsultasi regulasi AS bagi grup Rothschild. Pada 2013, Epstein bahkan meminta bantuan de Rothschild untuk merekrut asisten pribadi wanita yang “multilingual dan terorganisir,” sebuah permintaan yang, mengingat rekam jejak Epstein, menimbulkan pertanyaan etis tentang potensi eksploitasi.
Namun, inti dari kegelapan Epstein bukanlah bisnisnya yang licik, melainkan kejahatan pedofilia yang sistematis. Pada 2008, ia mengaku bersalah atas tuduhan menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi di Florida, tapi mendapat “kesepakatan istimewa” yang ringan, hanya 13 bulan penjara dengan kebebasan kerja harian. Kesepakatan ini dikaitkan dengan koneksi elitnya, yang memungkinkan ia menghindari tuntutan federal lebih berat, sebagaimana diberitakan RT.
Korban-korban Epstein, banyak di antaranya gadis remaja dari latar belakang miskin, direkrut melalui janji karir modeling atau bantuan finansial, hanya untuk dieksploitasi di pulau pribadinya atau mansion-mansion mewah. Jaringan ini melibatkan Ghislaine Maxwell, pasangannya yang kemudian divonis 20 tahun penjara pada 2022 atas perdagangan seks.
Lebih dari itu, dokumen dan laporan baru mengungkap dugaan keterlibatan Epstein dengan dunia intelijen Amerika. Mantan Jaksa AS Alexander Acosta, yang menangani kesepakatan 2008, dikabarkan mengatakan bahwa Epstein “belongs to intelligence,” menyiratkan perlindungan dari badan intelijen AS seperti CIA.
Artikel terkait
Berita terbaru
TNI Pastikan Kesiapan Pengamanan Jakarta Berjalan Sesuai Aturan Negara
Berita Nasional Update menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari seluruh Indonesia. Dapatkan informasi terbaru seputar politik, ekonomi, sosial, dan peristiwa nasional setiap hari
Pekanbaru Sukses Kendalikan Inflasi, Dibawah Angka Nasional dan Terendah se-Riau
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mencatatkan capaian dalam pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis November 202
Tim Penilai Nasional Verifikasi Langsung Inovasi Kelurahan Sindangrasa
Dejurnal.com, CIAMIS. Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 turun langsung ke Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Rabu (4/11/2026)....
“Cimahi Motekar Awards 2026: 305 Inovasi, Target 10 Besar IGA Nasional “
"Cimahi Motekar Awards 2026: 305 Inovasi, Target 10 Besar IGA Nasional "
