Melihat Aktivitas Konservasi Gajah di PIKG BKSDA Jambi

Sabtu 24 Jan 2026 06:00 WIB
PIKG BKSDA Jambi merupakan pusat pencegahan konflik gajah liar.
Red: Edwin Dwi Putranto

Mahout (pawang) memberi makan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) BKSDA Jambi, Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Muara Sekalo, Tebo, Jambi, Jumat (23/1/2026). PIKG yang resmi beroperasi pada 2022 dengan lima gajah Sumatera jinak tersebut merupakan pusat pencegahan konflik gajah liar di Bentang Alam Bukit Tigapuluh dan sekaligus tempat wisata alam dan edukasi konservasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Dokter hewan dan mahout (pawang) memotong bagian ujung gading gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) BKSDA Jambi, Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Muara Sekalo, Tebo, Jambi, Jumat (23/1/2026). Pemotongan ujung gading yang dilakukan secara berkala tersebut bertujuan merawat kesehatan gajah. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Kelompok gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar melintas di konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Desa Semambu, Tebo, Jambi, Jumat (23/1/2026). Data BKSDA Jambi menyebutkan, jumlah populasi gajah liar Sumatera di Bentang Alam Bukit Tigapuluh setempat berdasarkan survei tahun 2022 diperkirakan berada pada rentang 96 sampai 129 individu. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Mahout (pawang) memandikan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) BKSDA Jambi, Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Muara Sekalo, Tebo, Jambi, Jumat (23/1/2026). PIKG yang resmi beroperasi pada 2022 dengan lima gajah Sumatera jinak tersebut merupakan pusat pencegahan konflik gajah liar di Bentang Alam Bukit Tigapuluh dan sekaligus tempat wisata alam dan edukasi konservasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Kelompok gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar melintas di konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Desa Semambu, Tebo, Jambi, Jumat (23/1/2026). Data BKSDA Jambi menyebutkan, jumlah populasi gajah liar Sumatera di Bentang Alam Bukit Tigapuluh setempat berdasarkan survei tahun 2022 diperkirakan berada pada rentang 96 sampai 129 individu. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI — Mahout (pawang) memberi makan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) BKSDA Jambi, Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Muara Sekalo, Tebo, Jambi, Jumat (23/1/2026).
PIKG yang resmi beroperasi pada 2022 dengan lima gajah Sumatera jinak tersebut merupakan pusat pencegahan konflik gajah liar di Bentang Alam Bukit Tigapuluh dan sekaligus tempat wisata alam dan edukasi konservasi.
sumber : Antara Foto
Berita Lainnya
Artikel terkait
Berita terbaru
TNI Pastikan Kesiapan Pengamanan Jakarta Berjalan Sesuai Aturan Negara
Berita Nasional Update menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari seluruh Indonesia. Dapatkan informasi terbaru seputar politik, ekonomi, sosial, dan peristiwa nasional setiap hari
Pekanbaru Sukses Kendalikan Inflasi, Dibawah Angka Nasional dan Terendah se-Riau
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mencatatkan capaian dalam pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis November 202
Tim Penilai Nasional Verifikasi Langsung Inovasi Kelurahan Sindangrasa
Dejurnal.com, CIAMIS. Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 turun langsung ke Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Rabu (4/11/2026)....
“Cimahi Motekar Awards 2026: 305 Inovasi, Target 10 Besar IGA Nasional “
"Cimahi Motekar Awards 2026: 305 Inovasi, Target 10 Besar IGA Nasional "
