Sadar Kamera, Konsep Adaptif Polda Banten Di Era Digital

SERANG(Lintasmedia.news) : – Menjadi pelayan publik di era digital tentu saja memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan era sebelumnya.
Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi telah berdampak pada terjadinya media morfosis, citizen journalist dan post truth era. Kini, banyak giat positif kepolisian di remote area tiba-tiba viral di media sosial, jadi trending topik di media mainstream, mendulang impression positif publik.
Masih ingat Norman Kamaru saat lipsing lirik Chaya Chaya, publik merespons baik sosoknya ketika itu. Sebaliknya, tindakan eksesif dan unprocedural oknum kepolisan yang terekam meski hanya beberapa detik pun kini dapat dengan cepat meledak dan dibanjiri hujatan publik di media sosial dan media massa.
Menyadari hal tersebut, personel Polda Banten perlu beradaptasi dengan cepat, salah satunya dengan konsep sadar kamera.
Personel terutama pada fungsi yang menjadi etalase kepolisian seperti lalu lintas, samapta dan binmas perlu memahami dan menginternalisasi konsep tersebut dalam perilakunya.
Ibarat di ruang kaca, pelayanan kepolisian kini dapat disorot kapan saja dan dimana saja oleh publik dengan beragam reaksi.
Konsep sadar kamera menurut pandangan penulis mengandung 3 makna. Pertama, setiap personel kepolisian harus dapat menjaga perlilaku dan perkataannya saat memberikan pelayanan publik, karena publik dapat saja mendokumentasikan bahkan memvideokan aktivitas pelayanan yang diberikan personel kepolisian.
Kedua, semua kegiatan positif kepolisian agar dapat didokumentasikan oleh personel kepolisian untuk disajikan sebagai informasi publik kepada masyarakat.
Ketiga, reaksi masyarakat yang dilayani tentu saja beragam, ada yang persuasif dan ada pula yang represif bahkan menyalahkan personel kepolisian yang memberi pelayanan tersebut. Terhadap peristiwa ini, personel kepolisian jangan reaktif apalagi menjadi emosi dan melakukan tindakan yang kontra produktif.
Dengan konsep sadar kamera, maka reaksi publik yang tidak persuasif tersebut perlu didokumentasikan oleh personel kepolisian yang melayani.
Dengan konsep sadar kamera, fungsi humas kepolisian akan menjadi lebih mudah mengelola dokumentasi yang ada dalam rilis dan konten kreatif baik meme juga video dan menyampaikan kepada publik melalui media massa dan media sosial.
Mari kita ambil sisi positifnya. Social control yang kritis saat ini tentu menjadi motivasi bagi personel Polda Banten untuk semakin profesional dan menjalankan tugas sesuai SOP, menjawab ekspektasi publik dengan hati yang tulus. Red
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
